kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Kamis (30/7) Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed


Rabu, 29 Juli 2026 / 17:19 WIB
Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Kamis (30/7) Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (30/7/2026) di tengah penantian pengumuman kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (29/7/2026), rupiah di pasar spot berada di level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,06%.

Sementara itu, mata uang Garuda di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia ada di level Rp 18.087 per dolar AS.

Analis Mata Uang dan Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menilai pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sikap wait-and-see pasar yang menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Investor cemas mengantisipasi petunjuk (forward guidance) terkait risiko kenaikan suku bunga acuan The Fed pada semester II-2026 akibat lonjakan inflasi energi.

Baca Juga: Intip Prospek Kinerja TAPG pada Kuartal III-2026 dan Rekomendasi Sahamnya

Meskipun demikian, penundaan sementara serangan udara AS terhadap Iran serta penurunan harga minyak mentah Brent ke rentang US$ 85–US$ 86 per barel sedikit meredakan premi risiko geopolitik.

Namun, Wahyu menyebut hambatan lalu lintas migas di Selat Hormuz yang baru pulih 41% tetap menahan penguatan rupiah lebih jauh.

Dari sisi domestik, pergerakan nilai tukar masih dibayangi oleh ekspektasi lonjakan permintaan valas korporasi untuk pembayaran utang luar negeri dan impor akhir bulan Juli.

Selain itu, dinamika kepemimpinan moneter dan penyesuaian arus modal asing di pasar SBN serta saham membuat rupiah terus bertahan tipis di atas level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

Untuk perdagangan Kamis (30/7), respons pasar terhadap konferensi pers Ketua Fed Kevin Warsh bakal menjadi penggerak utama indeks dolar AS (DXY).

Apabila The Fed memberikan indikasi hawkish, DXY berpotensi kembali melonjak dan menekan mata uang negara berkembang sekaligus memicu capital outflow dari Indonesia.

Baca Juga: ORI030 Ludes Terjual, DJPPR Yakin Minat SBN Ritel Masih Terjaga

Di samping itu, eskalasi geopolitik AS-Iran yang berisiko memicu oil spike dapat memperlebar defisit transaksi berjalan nasional.

"Tingkat agresivitas strategi triple intervention Bank Indonesia—baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar sekunder SBN—akan memegang peranan krusial untuk menjaga agar volatilitas rupiah tidak menembus batas atas resistensi," kata Wahyu kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).

Kejelasan arah insentif fiskal pemerintah dan rilis data makroekonomi penutupan Juli juga akan menentukan kepercayaan investor terhadap daya tahan fundamental perekonomian domestik.

Mempertimbangkan berbagai katalis tersebut, Wahyu memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan besok.

"Untuk perdagangan Kamis, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp 18.000 – Rp 18.160 per dolar AS," ujar Wahyu.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,64% ke 6.091 pada Rabu (29/7/2026), BUMI, MBMA, AMRT Top Losers LQ45

Wahyu mencatat level support terdekat rupiah berada di kisaran Rp 18.020 – Rp 18.000 per dolar AS, disusul batas berikutnya di Rp 17.950 – Rp 17.860 per dolar AS. Sedangkan level resistance terdekat diproyeksikan berada pada area Rp 18.100 – Rp 18.120 per dolar AS.

Adapun area resistance selanjutnya diperkirakan berada di sekitar Rp 18.160 – Rp 18.200 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×