kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

IHSG Naik 0,24% ke 9.155,4 Sesi I Selasa (20/1): Saham ADMR, JPFA, BUMI Top Gainers


Selasa, 20 Januari 2026 / 12:21 WIB
Diperbarui Selasa, 20 Januari 2026 / 12:25 WIB
IHSG Naik 0,24% ke 9.155,4 Sesi I Selasa (20/1): Saham ADMR, JPFA, BUMI Top Gainers
ILUSTRASI. IHSG: Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Tarif tersebut berpotensi meningkat hingga 25% pada 1 Juni apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan AS mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom kaya mineral yang berada di bawah kedaulatan Denmark.

Baca Juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Akan Rights Issue 90 Miliar Saham, Ini Rencana Penggunaannya

Di kawasan Asia, indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,1%, sementara indeks CSI 300 China daratan bergerak stagnan.

Pasar saham China tertekan oleh meningkatnya pengawasan regulator setelah lonjakan aktivitas perdagangan.

Otoritas setempat dilaporkan mulai menekan penggunaan leverage, menyusul nilai transaksi pasar domestik yang menembus rekor tertinggi. Kondisi ini turut didorong oleh lonjakan saldo transaksi margin ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Meski demikian, Standard Chartered tetap optimistis terhadap saham A China.

Chief Investment Officer Regional Greater China Standard Chartered, Raymond Cheng, menilai perekonomian China menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dan berpotensi mendapat dukungan kebijakan fiskal pada pertemuan kebijakan penting Maret 2026 mendatang.

“Kami memandang kekuatan pasar saham China berkelanjutan, didukung stimulus kebijakan yang berpotensi menambah dorongan terhadap proyeksi pertumbuhan laba dua digit menengah dalam 12 bulan ke depan,” ujar Cheng.

Baca Juga: Prajogo Pangestu Borong 3 Juta Saham Barito Pacific (BRPT): Investor Cuan atau Cemas?

Perhatian investor juga tertuju ke Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan rencananya untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum dadakan pada 8 Februari.

Pasar saham Jepang merespons negatif. Indeks Nikkei 225 turun 0,7%, sementara Topix melemah 0,52%. Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 0,41%, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil bergerak mendatar.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun melonjak hingga 4%, menembus level tersebut untuk pertama kalinya.

Koalisi pemerintahan Jepang saat ini hanya menguasai mayoritas tipis satu kursi di Majelis Rendah sejak terbentuk pada Oktober lalu, ketika Takaichi menjabat sebagai perdana menteri menggantikan pendahulunya.

Menurut Fitch Group, pemilu dadakan memang dapat meningkatkan ketidakpastian politik dalam jangka pendek, namun juga berpotensi memberikan kejelasan arah kebijakan jika pemerintahan baru memperoleh mandat yang lebih kuat.

Baca Juga: Ekspansi Rumah Sakit Dorong Prospek Hermina (HEAL) 2026, Cek Rekomendasinya

Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah Jepang tetap tinggi dalam jangka menengah, namun secara bertahap menurun seiring pertumbuhan nominal produk domestik bruto (PDB) yang lebih kuat mampu mengimbangi defisit fiskal dan kenaikan biaya pinjaman.

Utang pemerintah konsolidasi Jepang diproyeksikan turun ke kisaran 190% dari PDB pada tahun fiskal 2029, dari estimasi 199,5% pada tahun fiskal 2025, setelah sempat mencapai puncak 222% dari PDB pada tahun fiskal 2020.

Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,46%, mengikuti sentimen hati-hati yang menyelimuti pasar kawasan.

Selanjutnya: 20 Januari Hari Penguin Nasional, Ketahui Hal Menarik Burung yang Tidak Bisa Terbang

Menarik Dibaca: HP Murah Rp 2 Jutaan: Kamera Zoom 10x Rekam 4K, Konten Auto Cuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×