kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.990   -3,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%

Ekspansi Rumah Sakit Dorong Prospek Hermina (HEAL) 2026, Cek Rekomendasinya


Selasa, 20 Januari 2026 / 10:33 WIB
Ekspansi Rumah Sakit Dorong Prospek Hermina (HEAL) 2026, Cek Rekomendasinya
ILUSTRASI. Analisis ungkap potensi pertumbuhan HEAL hingga 2026. (Dok/HEAL)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan pada 2026, seiring berlanjutnya strategi ekspansi jaringan rumah sakit yang agresif.

Emiten rumah sakit ini menargetkan pembukaan tiga rumah sakit baru pada 2026 sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memiliki total 70 rumah sakit pada 2030. 

Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai ekspansi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pendapatan melalui peningkatan volume pasien.

Wafi menuturkan, pembukaan rumah sakit baru akan mendorong pendapatan secara langsung. Namun, dari sisi laba bersih, kinerja berpotensi tertekan dalam jangka pendek akibat tingginya biaya awal operasional. 

Baca Juga: Kencana Energi Lestari (KEEN) Teken Kontrak dengan PLN untuk Proyek PLTS Tobelo

Meski demikian, tekanan tersebut dinilai bersifat sementara, mengingat periode ramp-up rumah sakit Hermina relatif cepat, sekitar 6-9 bulan hingga mencapai utilisasi optimal.

Dari sisi katalis positif, kinerja HEAL ditopang oleh potensi kenaikan tarif INA-CBG serta peningkatan kontribusi layanan spesialis dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Kedua faktor ini diyakini dapat memperbaiki struktur pendapatan perseroan ke depan.

"Sementara itu, risiko terbesar inflasi medis dan persaingan biaya SDM dokter spesialis berpotensi menekan margin operasional," ujar Wafi kepada Kontan, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Agung Podomoro (APLN) Ungkap Penjualan Mall Deli Park, Nilainya Rp 2,44 Triliun

Dari sisi kinerja keuangan, HEAL sendiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 356,02 miliar hingga September 2025, turun 23,95% secara tahunan (YoY). 

Memasuki 2026, laba bersih HEAL diproyeksikan Wafi dapat berpeluang mengalami pemulihan. Rumah sakit hasil ekspansi pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan mulai mencatatkan EBITDA positif, didukung oleh efisiensi operasional yang semakin membaik.

Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Wafi merekomendasikan buy saham HEAL dan target harga Rp 1.650 per saham.

Selanjutnya: Apa Itu Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Prabowo ke DPR? Cek Sederet Tugasnya

Menarik Dibaca: Cara Mudah Dapat Ice Cream Gratis di Promo Richeese Factory Hari Ini Saja, Cek Jamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×