Sumber: Harian KONTAN | Editor: Noverius Laoli
Karena itu, Wawan menyarankan investor menyesuaikan strategi dengan profil risikonya. Investor agresif dapat merealisasikan sekitar 25%-30% keuntungan sambil tetap mempertahankan sebagian portofolio saham untuk mengantisipasi kelanjutan tren penguatan.
Sementara itu, investor moderat dapat melakukan rebalancing agar komposisi portofolio kembali sesuai target.
Adapun investor konservatif disarankan mengalihkan porsi keuntungan yang lebih besar ke instrumen berisiko rendah seperti pasar uang atau deposito, sebelum kembali mengakumulasi saham saat valuasi kembali menarik jika terjadi koreksi.
Meski mengingatkan adanya potensi tekanan jangka pendek, Wawan menilai prospek pasar saham Indonesia dalam jangka menengah tetap positif.
Baca Juga: IHSG Dibayangi Net Sell Asing, Rawan Uji Support 6.100 pada Selasa (28/7)
Valuasi IHSG masih berada di bawah rata-rata historis lima tahun terakhir, sehingga masih menawarkan peluang investasi, terutama pada saham-saham berfundamental kuat.
Selain itu, secara historis Desember juga menjadi salah satu bulan terbaik bagi IHSG dengan rata-rata return 2,46% dan probabilitas kenaikan mencapai 80%, didukung fenomena window dressing menjelang akhir tahun.
Oleh karena itu, dana hasil profit taking dapat menjadi amunisi untuk kembali melakukan akumulasi saham apabila pasar mengalami koreksi pada Agustus hingga September.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
