kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

IHSG Melesat 10,51% ke 6.236 di Juli 2026, Waktunya Profit Taking?


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 10:35 WIB
Diperbarui Sabtu, 01 Agustus 2026 / 10:37 WIB
IHSG Melesat 10,51% ke 6.236 di Juli 2026, Waktunya Profit Taking?
ILUSTRASI. Setelah reli 10,51% pada Juli, Infovesta menyarankan investor mulai merealisasikan sebagian keuntungan sambil bersiap menghadapi potensi koreksi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Noverius Laoli

Karena itu, Wawan menyarankan investor menyesuaikan strategi dengan profil risikonya. Investor agresif dapat merealisasikan sekitar 25%-30% keuntungan sambil tetap mempertahankan sebagian portofolio saham untuk mengantisipasi kelanjutan tren penguatan.

Sementara itu, investor moderat dapat melakukan rebalancing agar komposisi portofolio kembali sesuai target.

Adapun investor konservatif disarankan mengalihkan porsi keuntungan yang lebih besar ke instrumen berisiko rendah seperti pasar uang atau deposito, sebelum kembali mengakumulasi saham saat valuasi kembali menarik jika terjadi koreksi.

Meski mengingatkan adanya potensi tekanan jangka pendek, Wawan menilai prospek pasar saham Indonesia dalam jangka menengah tetap positif.

Baca Juga: IHSG Dibayangi Net Sell Asing, Rawan Uji Support 6.100 pada Selasa (28/7)

Valuasi IHSG masih berada di bawah rata-rata historis lima tahun terakhir, sehingga masih menawarkan peluang investasi, terutama pada saham-saham berfundamental kuat.

Selain itu, secara historis Desember juga menjadi salah satu bulan terbaik bagi IHSG dengan rata-rata return 2,46% dan probabilitas kenaikan mencapai 80%, didukung fenomena window dressing menjelang akhir tahun.

Oleh karena itu, dana hasil profit taking dapat menjadi amunisi untuk kembali melakukan akumulasi saham apabila pasar mengalami koreksi pada Agustus hingga September.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×