kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.070   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.838   -2,15   -0,04%
  • KOMPAS100 774   2,13   0,28%
  • LQ45 579   -2,25   -0,39%
  • ISSI 204   0,92   0,45%
  • IDX30 327   -1,96   -0,60%
  • IDXHIDIV20 403   -4,00   -0,98%
  • IDX80 87   0,09   0,10%
  • IDXV30 110   -1,52   -1,37%
  • IDXQ30 105   -0,66   -0,62%

Harga Turun 19%, Saham MYOR Siap Beri Dividen dengan Yield 2x Bunga Deposito


Jumat, 05 Juni 2026 / 08:03 WIB
Harga Turun 19%, Saham MYOR Siap Beri Dividen dengan Yield 2x Bunga Deposito
ILUSTRASI. Harga Turun 19%, Saham MYOR Siap Beri Dividen dengan Yield 2x Bunga Deposito


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) hingga Juni ini melemah sekitar 19% sejak awal tahun 2026. Namun investor saham MYOR bisa bergembira karena ada dividen dengan yield hingga dua kali lipat bunga deposito perbankan.

Harga saham MYOR pada akhir perdagangan Kamis 5 Juni 2026 parkir di Rp 1.760, naik 10 poin secara harian. Namun harga saham perusahaan penghasil makanan ringan dan minuman ini tercatat masih melemah 420 poin atau 19,27% sejak awal tahun 2026.

Meski harga saham anjlok, produsen Kopiko ini akan membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Siapkan Dividen Rp 11.400, Harga Saham Blue Chip Ini Bangkit Usai Melemah 38% Ytd

Besaran dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya. Dari laba tahun buku 2024, MYOR membagikan dividen tunai sebesar Rp55 per saham atau setara Rp1,22 triliun.

Dividen yield saham MYOR ini mencapai 5,88%. Besaran tersebut mencapai lebih dari dua kali lipat suku bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini hanya 2%-an per tahun.

Kenaikan dividen ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. PT Mayora Indah Tbk mencatatkan penjualan sebesar Rp38,68 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun buku 2024 yang mencapai Rp36,07 triliun.

Meski membukukan pertumbuhan penjualan, perseroan menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2025, terutama akibat tingginya harga kopi dan kakao yang merupakan bahan baku utama sejumlah produk Mayora.

Tonton: IHSG Kembali Anjlok 4%, Ini Support Berikutnya

Direktur Umum dan Operasional Mayora Indah, Wardhana Atmadja, mengatakan kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap biaya produksi dan margin usaha perusahaan.

Untuk menjaga daya saing di tengah kenaikan harga bahan baku, perseroan menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengendalian biaya produksi secara berkelanjutan.

“Harga kopi dan cokelat yang sudah mulai menurun memberikan harapan adanya peningkatan margin pada 2026,” ujar Wardhana dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026).

Penurunan harga komoditas tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi kinerja Mayora pada tahun depan. Dengan biaya bahan baku yang lebih terkendali, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan profitabilitas sekaligus mempertahankan daya saing produknya di pasar domestik maupun ekspor.

Memasuki tahun 2026, MYOR memasang target pertumbuhan yang cukup agresif. Perseroan membidik penjualan sebesar Rp41,85 triliun atau tumbuh 8,2% dibandingkan realisasi tahun 2025.

Sementara itu, laba bersih diproyeksikan meningkat 17,3% secara tahunan menjadi Rp3,41 triliun. Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan seiring membaiknya kondisi harga bahan baku dan berlanjutnya strategi efisiensi yang telah dijalankan.

Selain memperkuat efisiensi operasional, Mayora juga akan terus mengembangkan inovasi produk untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Strategi ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri makanan dan minuman.

Dengan kinerja yang tetap tumbuh, kenaikan dividen, serta target peningkatan laba pada 2026, saham MYOR akan tetap menjadi salah satu emiten sektor consumer goods yang menarik untuk dicermati investor.


 

Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan dari Kemenkes

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×