kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,52   -3,79   -0.41%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Terjun di Awal Mei, Dipicu Kekhawatiran Pelemahan Ekonomi


Senin, 01 Mei 2023 / 17:08 WIB
Harga Minyak Terjun di Awal Mei, Dipicu Kekhawatiran Pelemahan Ekonomi
ILUSTRASI. Harga minyak turun pada hari Senin (1/5) karena kekhawatiran atas dampak ekonomi kenaikan bunga The Fed.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun pada hari Senin (1/5) karena kekhawatiran atas dampak ekonomi dari Federal Reserve Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menaikkan suku bunga dan data manufaktur China yang lebih lemah. Sementara dukungan dari pengurangan pasokan baru OPEC+ yang mulai berlaku bulan ini tidak mampu menyokong harga minyak.

The Fed yang akan bertemu pada 2-3 Mei, diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi. Nilai tukar dolar AS naik terhadap mata uang utama dunia pada hari Senin (1/5), membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Senin (1/5) pukul 15.22 WIB, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,21 atau 1,5% menjadi US$ 79,12 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 0,96, atau 1,3% diperdagangkan pada US$ 75,82 per barel.

Baca Juga: Arah IHSG dan Rekomendasi Saham di Tengah Sentimen Sell in May and Go Away

"Prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut yang akan diumumkan oleh The Fed minggu ini diperkirakan akan mendorong peningkatan volatilitas harga jangka pendek," kata Baden Moore, kepala strategi komoditas dan karbon di National Australia Bank (NAB) kepada Reuters.

Reserve Bank of Australia secara luas diperkirakan akan memperpanjang jeda kenaikan suku bunga pada hari Selasa. Bank Sentral Eropa dapat memberikan kejutan dengan kenaikan setengah poin yang sangat besar pada hari Kamis.

Data ekonomi yang lemah dari China juga membebani. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) China turun menjadi 49,2 dari 51,9 pada bulan Maret. Indeks manufaktur turun di bawah angka 50 poin yang memisahkan ekspansi dan kontraksi dalam aktivitas bulanan.

Baca Juga: Harga Minyak Melanjutkan Koreksi, Dibayangi Kekhawatiran Pemulihan Ekonomi China

Beberapa dukungan datang dari pengurangan produksi sukarela sekitar 1,16 juta barel per hari oleh anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ yang berlaku mulai Mei.

"Kami percaya pasar minyak akan mengalami defisit selama sisa kuartal kedua setelah pemotongan OPEC+," kata Moore. Dia memperkirakan, pembatasan produksi ditambah permintaan yang lebih tinggi berpotensi mengangkat harga lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×