kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Harga minyak stagnan setelah menyentuh level tertinggi sejak 2014


Jumat, 20 April 2018 / 07:34 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: RR Putri Werdiningsih, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak stagnan setelah menyentuh level tertinggi sejak Desember 2014 pada Rabu (18/4). Jumat (20/4) pukul 7.24 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2018 di New York Mercantile Exchange stagnan di level US$ 68,29 per barel dari penutupan kemarin.

Sementara, harga minyak brent turun tipis ke US$ 73,76 per barel dari harga penutupan kemarin pada US$ 73,78 per barel. Harga minyak brent untuk pengiriman Juni 2018 di ICE Futures ini kemarin mencetak level tertinggi sejak Juni 2015.

Berdasarkan panel teknikal OPEC dan non OPEC, kelebihan pasokan minyak mulai berkurang. "Keseimbangan pasokan dan permintaan mulai tampak. Tren bullish mungkin akan tertahan untuk mencari sinyal arah selanjutnya," kata Anthony Scott, managing diretor BTU Analytics kepada Reuters.

Para trader minyak masih memperkirakan kenaikan harga karena potensi penurunan pasokan dan kuatnya permintaan. Investor pun menunggu harga minyak WTI tembus US$ 70 per barel. 

"Level harga US$ 70 bisa terjadi dengan cepat, tapi saya akan mengingatkan bahwa pasar minyak kemungkinan akan tertahan dalam beberapa pekan ke depan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×