kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Harga Minyak Naik, Kinerja Elnusa (ELSA) Diproyeksi Makin Kinclong hingga 2027


Jumat, 25 September 2026 / 21:32 WIB
Harga Minyak Naik, Kinerja Elnusa (ELSA) Diproyeksi Makin Kinclong hingga 2027
ILUSTRASI. Elnusa Jasa Transportasi BBM Naik 22% (DOK/Elnusa)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan masih memiliki prospek kinerja yang cerah di tengah tren kenaikan harga minyak dunia. Tren positif pada komoditas energi tersebut dinilai memicu peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas, yang pada gilirannya mendongkrak permintaan terhadap jasa penunjang migas tempat ELSA beroperasi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak tidak secara otomatis memicu kenaikan kinerja ELSA secara mendadak. Menurutnya, fondasi performa perseroan lebih banyak bergantung pada tingkat utilisasi aset, volume aktivitas operasional, efisiensi, serta perolehan kontrak baru.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Stabil Jumat (25/9), Optimisme AI Redam Kekhawatiran Harga Minyak

Optimisme ini tecermin pada capaian keuangan semester I-2026. Sepanjang periode tersebut, ELSA membukukan pendapatan sekitar Rp 7,58 triliun, atau tumbuh 8,9% secara tahunan (year-on-year). Pada saat yang sama, EBITDA perseroan melesat 16,2% menjadi Rp862 miliar, sementara laba bersih melonjak 29,2% hingga menyentuh Rp 435 miliar.

“Pertumbuhan aktivitas jasa migas mulai memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas perseroan,” ujar Nafan.

Ketahanan bisnis ELSA juga disokong oleh perolehan nilai kontrak yang kuat. Hingga pertengahan 2026, perseroan berhasil mengamankan kontrak baru sebesar Rp11,6 triliun, ditambah carry forward contract senilai Rp18,8 triliun. Angka ini memberikan visibilitas pendapatan yang terukur untuk beberapa periode mendatang.

Kedudukan ELSA sebagai bagian dari ekosistem Subholding Upstream Pertamina turut memperkokoh basis permintaannya. Potensi tambahan kontrak baru dinilai terbuka lebar seiring tingginya aktivitas Pertamina di sektor pengeboran, workover, enhanced oil recovery (EOR), survei seismik, hingga optimalisasi produksi.

Nafan memperkirakan pendapatan ELSA sepanjang 2026 dapat menembus Rp15,42 triliun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 803 miliar. Kinerja ini diproyeksikan berlanjut hingga 2027, dengan estimasi pendapatan naik menjadi Rp 17,67 triliun dan laba bersih mencapai Rp1,06 triliun.

Baca Juga: INPS Siapkan Private Placement Rp125 Miliar untuk Perbaiki Keuangan

Sejumlah katalis utama yang dapat mendorong pergerakan ELSA meliputi konsistensi harga minyak di level tinggi, peningkatan aktivitas pengeboran domestik, penambahan proyek dari Pertamina maupun pihak ketiga, serta optimalisasi utilisasi aset.

Meski demikian, investor diimbau tetap mewaspadai sejumlah risiko, seperti penurunan harga minyak secara drastis dan berpanjangan, pemangkasan anggaran belanja modal oleh perusahaan migas, potensi penundaan proyek, hingga kenaikan beban operasional.

“Indikator yang perlu dicermati bukan hanya harga minyak, tetapi juga pertumbuhan order book, kontrak baru, utilisasi aset, aktivitas pengeboran, dan perkembangan margin ELSA,” jelasnya.

Atas pertimbangan berbagai faktor tersebut, Nafan memberikan rekomendasi wait and see untuk saham ELSA saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×