kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.921   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.246   -52,58   -0,83%
  • KOMPAS100 814   -5,15   -0,63%
  • LQ45 621   -2,10   -0,34%
  • ISSI 216   -2,78   -1,27%
  • IDX30 344   -1,10   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   -0,12   -0,03%
  • IDX80 93   -0,50   -0,54%
  • IDXV30 117   -0,69   -0,59%
  • IDXQ30 111   -0,17   -0,15%

SBR015 Mulai Ditawarkan Senin (28/9/2026), Minat Investor Diperkirakan Tetap Tinggi


Jumat, 25 September 2026 / 14:55 WIB
SBR015 Mulai Ditawarkan Senin (28/9/2026), Minat Investor Diperkirakan Tetap Tinggi
ILUSTRASI. Logo savings bond ritel (SBR) ( / )


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan kupon awal Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 sebesar 6,75% per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,85% per tahun untuk tenor empat tahun. Tingkat kupon tersebut dinilai masih cukup menarik bagi investor ritel di tengah suku bunga yang masih berpotensi berubah.

Pemerintah akan menawarkan SBR015 mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026. Untuk tenor dua tahun, pemerintah menyiapkan kuota nasional Rp 15 triliun dengan minimum pembelian Rp 1 juta dan maksimum Rp 5 miliar.

Sementara itu, SBR015 tenor empat tahun memiliki kuota nasional Rp 5 triliun. Minimum pembelian ditetapkan Rp 1 juta dan maksimum Rp 10 miliar.

Baca Juga: OJK: Belum Ada Pihak yang Ajukan Kepemilikan BEI di Atas 5%

Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari menyebut tingkat kupon SBR015 masih tergolong tinggi dibandingkan seri SBR dalam tiga tahun terakhir. Namun, tingkat tersebut kemungkinan lebih rendah dibandingkan Obligasi Negara Ritel (ORI) sebelumnya.

"Saya rasa kupon masih jadi yang tertinggi dibanding SBR dalam tiga tahun terakhir ini, tapi mungkin lebih rendah dari ORI kemarin ya, karena saya lihat yield SBN mulai stabil," ujar Ni Putu kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Ni Putu, daya tarik SBR015 juga berasal dari karakteristik kupon floating with floor. Berdasarkan skema tersebut, tingkat kupon dapat naik apabila suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) meningkat. Sebaliknya, apabila BI Rate turun, kupon tidak akan turun di bawah tingkat imbal hasil minimum yang telah ditetapkan.

"Karena ini SBR, di mana akan ada floating rate. Jadi jika nantinya BI Rate jadi meningkat, kupon yang diterima investor bisa di-adjust saat itu," katanya.

Saat ini, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Dengan karakteristik floating with floor, perubahan BI Rate menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kupon SBR015 ke depan.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kupon SBR015, Lebih Tinggi dari SBR014

Ni Putu mengatakan, berdasarkan pengalaman Bareksa, SBN ritel dengan tenor lebih pendek biasanya lebih diminati investor.

"Untuk SBN ritel dalam pengalaman kami, tenor pendek biasanya lebih diminati, karena kebanyakan SBN digunakan untuk parkir jangka menengah yang dirasa aman, tapi berpotensi imbal hasil lebih dari deposito," jelasnya.

Sebagai pembanding, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 21 September 2026, penerbitan SR025 berhasil menghimpun Rp 29,77 triliun.

Realisasi tersebut terdiri dari SR025 tenor tiga tahun sebesar Rp 24,94 triliun dengan tingkat imbalan tetap 6,80% dan tenor lima tahun sebesar Rp 4,83 triliun dengan tingkat imbalan 6,90%.

Ni Putu mengatakan capaian SR025 menunjukkan minat investor terhadap SBN ritel masih cukup kuat.

"SR025 kemarin masuk seri SR tertinggi kedua kalau saya tidak salah. Jadi karena SBR ini kuponnya masih di tren suku bunga naik, saya rasa minatnya masih tinggi," tuturnya.

Sebagai informasi, kupon SBR015 dibayarkan setiap tanggal 10. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dan merupakan long coupon.

Adapun penetapan hasil penjualan SBR015 dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, sedangkan setelmen dilakukan pada 28 Oktober 2026.

Tingkat kupon SBR015 juga lebih tinggi dibandingkan SBR014. Berdasarkan data DJPPR, SBR014 tenor dua tahun mencatatkan total pemesanan pembelian Rp 11,60 triliun dengan kupon 6,25%, sedangkan tenor empat tahun mencapai Rp 3,32 triliun dengan kupon 6,35%.

Baca Juga: Bos TRIV Siapkan Rp 48,3 Miliar untuk Bidik Kendali Guna Timur Raya (TRUK)

Setelah SBR015, pemerintah masih akan menerbitkan satu SBN ritel lagi pada akhir tahun. Berdasarkan jadwal DJPPR Kementerian Keuangan, Sukuk Tabungan (ST) seri ST017 akan ditawarkan pada 6 November hingga 2 Desember 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×