kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.950   11,00   0,06%
  • IDX 6.264   -34,88   -0,55%
  • KOMPAS100 815   -3,54   -0,43%
  • LQ45 622   -1,21   -0,19%
  • ISSI 217   -1,94   -0,89%
  • IDX30 345   -0,68   -0,20%
  • IDXHIDIV20 429   -0,17   -0,04%
  • IDX80 93   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 117   -0,42   -0,36%
  • IDXQ30 111   -0,16   -0,15%

Beli 34% Saham Diler Vinfast, Cek Profil Emiten PMUI dan Kinerja Terbarunya


Jumat, 25 September 2026 / 11:50 WIB
Beli 34% Saham Diler Vinfast, Cek Profil Emiten PMUI dan Kinerja Terbarunya
ILUSTRASI. Suasana pencatatan saham perdana di BEI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten PMUI yang membeli saham diler Vinfast. PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) memperluas lini bisnisnya ke sektor kendaraan listrik.

Emiten yang selama ini dikenal sebagai distributor produk telekomunikasi tersebut membeli 34% saham PT Green Scooter Indonesia, perusahaan tertutup yang menjadi main diler motor listrik VinFast di Jawa Barat.

Transaksi pembelian saham tersebut telah diselesaikan pada 22 September 2026.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada 24 September 2026, PMUI tidak menjadi pemegang saham pengendali Green Scooter Indonesia setelah transaksi tersebut.

Langkah ini membuat PMUI mulai masuk ke ekosistem kendaraan listrik melalui bisnis distribusi dan penjualan motor listrik, di samping bisnis utama perseroan di bidang distribusi telekomunikasi dan produk konsumen.

Dalam sepekan terakhir, saham PMUI kini berada di level Rp114/saham atau dengan kenaikan 9,62% menurut data IPOT pada Sesi 1 Hari Jumat (25/9).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Intip informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: ROCK Masuk Saham HSC Tertinggi: Cek Profil Emiten Properti Ini

Profil Saham PMUI

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar telekomunikasi dan aktivitas konsultasi manajemen. PMUI tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PMUI dan masuk sektor Consumer Cyclicals, subsektor Consumer Distributors.

PMUI pada awalnya berkembang dari toko kecil yang menjual telepon seluler bekas, kartu SIM, dan aksesori telepon di Cirebon pada 1998. Perusahaan kemudian berkembang menjadi distributor berbagai operator telekomunikasi dan mulai menjadi distributor XL pada 2007.

Perseroan resmi menjadi PT pada 2011 dan kemudian memperluas wilayah distribusinya ke berbagai daerah di Indonesia. PMUI mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Juli 2025 melalui penawaran umum perdana dengan harga Rp180 per saham.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

PMUI Beli 34% Saham Diler VinFast

Pada September 2026, PMUI melakukan transaksi pembelian 34% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Green Scooter Indonesia.

Green Scooter Indonesia merupakan perusahaan tertutup yang berkedudukan di Bandung dan menjalankan usaha sebagai main Diler motor listrik VinFast di wilayah Jawa Barat. Transaksi tersebut telah diselesaikan pada 22 September 2026.

Dengan kepemilikan 34%, PMUI tidak menjadi pengendali Green Scooter Indonesia. Perseroan juga menyatakan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan pengelolaan maupun kebijakan perusahaan tersebut.

Karena tidak terjadi perubahan pengendalian, transaksi tersebut juga tidak dikategorikan sebagai pengambilalihan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. PMUI menyatakan transaksi tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan pada saat informasi disampaikan.

Baca Juga: Dividen Jumbo INDF Segera Cum Date, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Lini Bisnis PMUI

Sebelum masuk ke bisnis motor listrik, kegiatan utama PMUI berada di sektor distribusi.

1. Distributor XL dan AXIS

PMUI merupakan mitra distributor resmi XL Smart dengan wilayah distribusi yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Produk yang didistribusikan antara lain starter pack dan voucher data XL serta AXIS. Berdasarkan informasi perusahaan, PMUI memiliki 92 kantor cabang, lebih dari 4.000 field partners dan melayani lebih dari 100.000 outlet ritel.

2. Produk Data dan Pulsa

Perseroan juga menjalankan distribusi produk digital telekomunikasi seperti voucher data dan layanan isi ulang.

Skala distribusi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan utama PMUI.

3. Aksesori Ponsel

Selain produk telekomunikasi, PMUI menjual berbagai aksesori ponsel seperti:

  • Kabel data
  • Charger
  • Powerbank
  • Headset
  • Speaker Bluetooth

Produk aksesori tersebut antara lain dipasarkan menggunakan merek PHILIPS dan VDENMENV.

4. Distribusi FMCG

PMUI juga memiliki entitas anak dan cucu yang menjalankan kegiatan distribusi produk fast-moving consumer goods (FMCG).

Dengan demikian, bisnis perseroan tidak hanya bergantung pada distribusi produk telekomunikasi.

5. Distribusi Motor Listrik

Masuknya PMUI ke PT Green Scooter Indonesia menambah eksposur perseroan terhadap bisnis kendaraan listrik.

Melalui kepemilikan 34% tersebut, PMUI memiliki kepentingan pada perusahaan yang menjadi main diler motor listrik VinFast di Jawa Barat.

Baca Juga: Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya

Manajemen PMUI

Berdasarkan informasi tata kelola perseroan,

1. Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Agus Susanto Direktur Utama Ya
Ari Purwandini Direktur Ya

2. Komisaris

Nama Posisi Independen
Rudy Susanto Wijaya Kaswan Komisaris Utama Tidak
Theo Lekatompessy Komisaris Ya

Baca Juga: ALDO Berencana Buyback Saham Rp10 Miliar, Periksa Profil Emiten Manufaktur Ini

Kinerja Keuangan PMUI Terbaru

Mengutip data BEI, PMUI membukukan pendapatan Rp2,05 triliun pada semester I 2026, meningkat 5,7% dibandingkan Rp1,94 triliun pada periode yang sama 2025.

Laba bersih juga meningkat menjadi Rp26,1 miliar, dibandingkan Rp24,0 miliar pada semester I 2025. Dengan demikian, laba bersih meningkat sekitar 8,8% secara tahunan.

Keterangan 6M 2026 6M 2025 Pertumbuhan
Pendapatan Rp2,05 triliun Rp1,94 triliun 5,7%
Laba bruto Rp133,6 miliar Rp126,7 miliar 5,4%
EBITDA Rp66,9 miliar Rp40,1 miliar 66,8%
Laba bersih Rp26,1 miliar Rp24,0 miliar 8,8%
EPS Rp4,50 - -

Tonton: BEI Buka Suspensi UNSP, Ekuitas Kini Kembali Positif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×