Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan kupon awal Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Saving Bond Ritel (SBR)015 sebesar 6,75% untuk tenor dua tahun dan 6,85% untuk tenor empat tahun.
Tingkat kupon tersebut lebih tinggi dibandingkan SBR014 yang menawarkan kupon masing-masing sebesar 6,25% untuk tenor dua tahun dan 6,35% untuk tenor empat tahun.
Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, SBR015 akan ditawarkan pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan kuota nasional Rp 15 triliun untuk SBR015 tenor dua tahun dan Rp 5 triliun untuk tenor empat tahun. Maka, total kuota nasional SBR015 mencapai Rp 20 triliun.
Minimum pembelian ditetapkan sebesar Rp 1 juta untuk kedua tenor, sedangkan maksimum pembelian sebesar Rp 5 miliar untuk tenor dua tahun dan Rp 10 miliar untuk tenor empat tahun.
Baca Juga: BI Rate Tahan Imbal Hasil, Yield SBN 10Y Hari Ini Diuji ke 7,05%–7,20%
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, tingkat kupon SBR015 perlu lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya dengan mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
"SBR015 perlu menawarkan coupon rate lebih tinggi dibanding seri terdahulu, mengingat kenaikan BI Rate yang masih dapat berlanjut ke depannya," ujar David kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).
Menurut David, potensi kenaikan benchmark yield juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan tingkat kupon SBR015. Ia menilai kupon yang mendekati 7% dapat menjaga daya tarik SBR015 di tengah kondisi pasar.
"Faktor potensi kenaikan benchmark yield perlu diperhatikan, sehingga kupon SBR dapat ditawarkan pada level mendekati 7,0% agar tetap kompetitif," katanya.
Sebagai informasi, BI-Rate saat ini berada di level 5,75%. SBR015 memiliki skema kupon mengambang dengan batas minimum atau floating with floor.
Dengan skema tersebut, kupon dapat meningkat apabila suku bunga acuan naik, sedangkan apabila suku bunga turun, kupon SBR015 tidak akan turun di bawah tingkat minimum yang telah ditetapkan.
Baca Juga: SR025 Sukses Himpun Rp 29,7 T, Selanjutnya 2 SBN Ritel Akan Terbit, Kupon Makin Naik?
Pembayaran kupon SBR015 dilakukan setiap tanggal 10. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dan merupakan long coupon.
Adapun penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, sedangkan setelmen pada 28 Oktober 2026.
Sebelumnya, pemerintah menghimpun dana Rp 29,77 triliun melalui penerbitan SR025 yang ditawarkan pada 21 Agustus hingga 16 September 2026. Realisasi tersebut terdiri dari Rp 24,94 triliun untuk tenor tiga tahun dengan tingkat imbalan tetap 6,80% dan Rp 4,83 triliun untuk tenor lima tahun dengan tingkat imbalan 6,90%.
Sementara itu, pada penerbitan SBR014, total pemesanan pembelian mencapai sekitar Rp 14,92 triliun. Rinciannya terdiri dari Rp 11,60 triliun untuk tenor dua tahun dengan kupon 6,25% dan Rp 3,32 triliun untuk tenor empat tahun dengan kupon 6,35%.
Dengan kupon awal yang lebih tinggi dibandingkan SBR014 serta karakteristik floating with floor, SBR015 akan menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan investor ritel selama periode penawaran hingga 22 Oktober 2026.
Baca Juga: SBR015 dan ST017 Segera Terbit, Ini Perkiraan Kupon dan Jadwalnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














