kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,50   8,15   0.88%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Dunia Melonjak Selasa (12/9), Brent ke US$91,80 dan WTI ke US$88,64


Selasa, 12 September 2023 / 21:21 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Selasa (12/9), Brent ke US$91,80 dan WTI ke US$88,64
ILUSTRASI. Harga minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melonjak sekitar 1% pada hari Selasa (12/9). Terkerek oleh prospek suplai yang lebih ketat dan optimisme OPEC atas ketahanan negara-negara besar dalam menghadapi kenaikan suku bunga.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent untuk bulan November naik US$1,16 atau 1,3% menjadi US$91,80 per barel pada pukul 1335 GMT. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Oktober naik US$1,35 atau 1,6% menjadi US$88,64.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Terkoreksi Selasa (12/9), Menanti Data Inflasi AS

Brent menembus US$90 per barel minggu lalu untuk pertama kalinya dalam 10 bulan. Setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan akan memperpanjang pengurangan pasokan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari (bph) hingga akhir tahun.

“Ada sedikit keraguan bahwa industri minyak melihat peningkatan kemungkinan inflasi harga minyak,” kata analis PVM Oil John Evans, mengutip fundamental penawaran dan permintaan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada hari Selasa mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan yang optimis untuk tahun ini dan tahun depan.

Permintaan minyak global diproyeksikan naik 2,25 juta barel per hari pada 2024, dibandingkan dengan pertumbuhan 2,44 juta barel per hari pada 2023, kata OPEC dalam laporan bulanannya. Kedua perkiraan tersebut tidak berubah dari bulan lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) Agustus Naik Jadi US$ 82,59 Per Barel

Badan Energi Internasional (IEA) akan merilis prakiraannya pada hari Rabu.

Di Libya, badai mematikan menyebabkan anggota OPEC ini menutup empat terminal ekspor minyak di bagian timur pada hari Sabtu.

Sementara itu, data indeks harga konsumen AS bulan Agustus yang akan dirilis pada hari Rabu (13/9) diperkirakan akan memberikan beberapa indikasi mengenai prospek suku bunga AS.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan minggu depan, meskipun ada perbedaan pendapat mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan November.

Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Kamis (14/9).

Baca Juga: Harga Minyak Stabil, Penurunan Permintaan Diimbangi Pemangkasan Pasokan

Komisi Eropa pada hari Senin (11/9) memperkirakan bahwa zona euro akan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya pada tahun 2023 dan 2024.

Para investor juga menunggu data industri mengenai stok minyak mentah AS, yang akan dirilis pada pukul 2030 GMT pada hari Selasa.

Persediaan minyak mentah diperkirakan turun sekitar 2 juta barel dalam sepekan hingga 8 September, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada hari Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×