kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Stabil, Penurunan Permintaan Diimbangi Pemangkasan Pasokan


Selasa, 12 September 2023 / 07:14 WIB
Harga Minyak Stabil, Penurunan Permintaan Diimbangi Pemangkasan Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak acuan stagnan pada Selasa (12/9) pagi dan bertahan di kisaran level tinggi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak acuan stagnan pada Selasa (12/9) pagi dan bertahan di kisaran level tinggi menyusul penurunan produksi minyak mentah Saudi dan Rusia.

Selasa (12/9) pukul 7.05 WIB, harga minyak WTI kontrak Oktober 2023 di New York Mercantile Exchange stagnan di level US$ 87,29 per barel sejak kemarin. Sedangkan harga minyak Brent kontrak November 2023 di ICE Futures kemarin ditutup pada US$ 90,64 per barel, hanya turun tipis US$ 0,01 dari penutupan perdagangan pekan lalu.

Arab Saudi dan Rusia pekan lalu mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang pengurangan pasokan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari hingga akhir tahun. Pengurangan pasokan membayangi berlanjutnya kekhawatiran terhadap aktivitas ekonomi China. Kemarin, Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Wally Adeyemo mengatakan bahwa masalah ekonomi Tiongkok lebih cenderung berdampak lokal daripada berdampak pada AS.

“Sebagian besar dari berkurangnya pasokan ini hanya berfungsi untuk mengimbangi penurunan besar dalam permintaan minyak global,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois kepada Reuters.

Baca Juga: Hingga Akhir Tahun, Harga Sawit Masih Mampu Solid

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun sekitar 2 juta barel untuk minggu kelima berturut-turut, menurut jajak pendapat awal Reuters pada hari Senin. Pasokan minyak mentah juga dapat mengalami gangguan baru akibat badai dahsyat dan banjir di Libya timur yang menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa penutupan empat pelabuhan ekspor minyak utama yakni Ras Lanuf, Zueitina, Brega dan Es Sidra sejak Sabtu.

Sementara itu, Eropa memperkirakan musim pemeliharaan kilang yang ringan pada musim gugur ini. Perusahaan pengilangan mencari keuntungan dari margin yang tinggi, yang dapat mendukung permintaan minyak mentah. Kapasitas kilang offline di Eropa dipatok sekitar 800.000 barel per hari menurut konsultan Wood Mackenzie, turun 40% dibandingkan tahun lalu.

Sejumlah data makroekonomi yang diharapkan pada minggu ini akan memberikan informasi apakah bank sentral di Eropa dan AS akan melanjutkan kampanye kenaikan suku bunga mereka secara agresif. Data indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Agustus akan dirilis pada hari Rabu dan dapat memberikan petunjuk apakah akan terjadi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

"Data inflasi kemungkinan akan mempengaruhi segalanya mulai dari saham hingga valuta asing, surat utang, dan harga komoditas," kata Naeem Aslam dari Zaye Capital Markets.

Baca Juga: Harga Minyak Global Melambung, Ini yang Dilakukan Sri Mulyani

Bank Sentral Eropa juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunganya minggu ini. Pada hari Senin, Komisi Eropa memperkirakan Zona Euro akan tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya pada tahun 2023 dan 2024.

Fokus pasar minyak lainnya adalah laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (IEA) dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang akan dirilis akhir pekan ini.

IEA bulan lalu menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2024 menjadi 1 juta barel per hari dengan alasan kondisi makroekonomi yang lesu. Sementara itu, laporan OPEC pada bulan Agustus mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan sebesar 2,25 juta barel per hari tidak berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×