kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.807   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga Minyak Anjlok pada Senin (15/6) Pagi, Dipicu Kabar Kesepakatan Damai AS-Iran


Senin, 15 Juni 2026 / 07:15 WIB
Harga Minyak Anjlok pada Senin (15/6) Pagi, Dipicu Kabar Kesepakatan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak anjlok setelah AS dan Iran menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak anjlok pada perdagangan Senin (15/6/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 07.05 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 80,91 per barel, turun 4,68% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 84,88 per barel.

Harga minyak anjlok setelah AS dan Iran menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, yang berpotensi memungkinkan Selat Hormuz dibuka Kembali.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump lewat sebuah unggahan di Truth Social mengungkapkan, Selat Hormuz akan dibuka kembali pada Jumat setelah penandatanganan kesepakatan dengan Iran.

Baca Juga: Hari Ini, Senin 15 Juni 2026, Hari Kejepit — Bursa Efek Indonesia Libur atau Tidak?

Kabar kesepakatan damai AS-Iran itu pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan diikuti oleh Trump dan media pemerintah Iran.

"Pasar telah menunggu berita ini selama berbulan-bulan dan kelegaan sudah mulai terlihat, dengan harga minyak turun dan asset berisiko yang diminati,"  kata Josh Gilbert, analis Utama Asia Pasifik dan Timur tengah di eToro Ltd.

"Namun, ini masih merupakan Langkah optimisme, bukan kepastian. Kekhawatiran tidak akan sepenuhnya mereda sampai kesepakatan ditandatangani, artinya investor tetap harus berhati-hati."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×