kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Logam Industri Tertekan, Intip Prospeknya ke Depan


Kamis, 11 Mei 2023 / 22:51 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menggunakan alat berat memindahkan aluminium ingot di pabrik peleburan PT Inalum (Persero) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Jumat (14/10/2022). ANTARA FOTO/Adiva Niki/Lmo/tom.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

"Harga di bursa komoditas Asia SHFE juga telah stabil dan harga nikel di LME Eropa telah naik menjadi lebih dari $24.000/ton belakangan ini," paparnya.

Wahyu berpendapat, harga terendah nikel di level US$ 15.000/ton. Namun, peluangnya kecil. Menurutnya, hingga akhir tahun harga nikel akan bergerak di US$ 22.000 - US$ 25.000/ton.

Lalu untuk aluminium diperkirakan permintaan baru akan meningkat di semester II 2023. Pertumbuhan akan didorong dari kenaikan permintaan di sektor otomotif dan pengemasan. Ia pun memperkirakan harga aluminium pada level US$ 2.000 - US$ 3.300/ton.

Kemudian untuk timah penghambat harganya dari pasokan yang berlebih. Permintaan yang lesu juga  menjadi masalah bagi pasar timah, terutama karena penjualan barang elektronik konsumen melambat di lingkungan resesi.

"Selain itu ketersediaan pengganti seperti aluminium dan baja bebas timah untuk memproduksi produk logam seperti kontainer menghambat pertumbuhan pasar," jelasnya.

Wahyu memprediksi harga timah akan berkisar di US$ 15.000 - US$ 45.000/ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×