kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Terkoreksi, Dibayangi Kekhawatiran Berlanjutnya Pengetatan Moneter The Fed


Jumat, 26 Mei 2023 / 07:30 WIB
Harga Emas Terkoreksi, Dibayangi Kekhawatiran Berlanjutnya Pengetatan Moneter The Fed
ILUSTRASI. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Jumat (26/5) pagi. REUTERS/Yuriko Nakao


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Jumat (26/5) pagi. Pukul 07.20 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2023 di Commodity Exchange ada di US$ 1.958,90 per ons troi, turun 0,17%  dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.962,30 per ons troi.

Harga emas terkoreksi setelah jatuh ke level terendah dalam dua bulan kemarin, dipicu revisi data AS ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi. Hal ini memperkuat taruhan pengetatan moneter lebih lanjut tahun ini.

Mengutip Bloomberg, produk domestik bruto (PDB) kuartal I direvisi naik menjadi 1,3%, sementara klaim pengagguran awal direvisi lebih rendah.

Indikator ini menyiratkan kondisi ekonomi yang lebih baik dari yang diharapkan. Sehingga memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kembali melanjutkan pengetatan moneter.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun Seiring Penguatan Dolar dan Berlarutnya Plafon Utang AS

Harga emas berada di bawah tekanan pekan ini setelah pejabat The Fed menyarankan lebih banyak tindakan untuk mengendalikan inflasi. Hal ini mengurangi ekspektasi berakhirnya kampanye pengetatan bank sentral.

Di sisi lain, kebuntuan pembahasan plafon utang AS memberikan dukungan bagi aset safe have.

"Pasar semakin khawatir tentang tenggat waktu yang semakin dekat untuk plafon utang AS," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Plc dalam sebuah catatan.

"Kali ini posisi emas dan ETF jauh di bawah level tertingginya dan suku bunga kemungkinan telah mencapai puncaknya, menunjukkan bahwa emas bisa mendapat keuntungan." 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×