Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali menguat dan menembus level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Jumat (21/8/2026).
Penguatan emas ditopang pelemahan dolar AS serta sinyal teknikal bullish setelah harga menembus rata-rata pergerakan 200 hari.
Harga emas spot naik 1,5% menjadi US$ 4.587,23 per ons pada pukul 11.01 GMT. Harga sempat menyentuh US$ 4.601,29 per ons, level tertinggi sejak 15 Mei. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 1,6% menjadi US$4.645 per ons.
Dengan kenaikan tersebut, harga emas telah menguat sekitar 5% sepanjang pekan ini. Reli ini sekaligus menempatkan emas di jalur penguatan selama tiga pekan berturut-turut.
Baca Juga: Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Pelemahan Dolar Angkat Permintaan
Penguatan emas semakin kuat setelah harga berhasil menembus rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day moving average yang berada di sekitar US$ 4.513,23 per ons.
Bagi pelaku pasar yang menggunakan analisis teknikal, penembusan level tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga selanjutnya.
"Level utang AS dan pelemahan dolar menjadi pendorong utama pasar, ditambah momentum pembelian teknikal setelah emas menembus rata-rata 200 hari," kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.
Sentimen terhadap emas juga dipengaruhi kebijakan Departemen Keuangan AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent membuka peluang untuk meningkatkan pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS.
Sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai buyback untuk surat utang berjangka panjang. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah kekhawatiran terhadap besarnya utang pemerintah AS dan keberlanjutan fiskal negara tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Level Tertinggi dalam 2 Bulan, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Di sisi lain, dua pejabat Federal Reserve (The Fed) menyatakan kehati-hatian ketika ditanya mengenai dampak perubahan strategi pengelolaan utang pemerintah AS terhadap kebijakan moneter bank sentral.
Namun, kenaikan emas masih menghadapi faktor penahan. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga meningkat.
Pelaku pasar kini menunggu sinyal kebijakan terbaru dari The Fed dalam simposium ekonomi Jackson Hole pekan depan. Sinyal tersebut akan menjadi penentu apakah reli emas dapat berlanjut dan kembali mengarah ke level US$5.000 per ons.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2% menjadi US$69,48 per ons. Platinum menguat 2,5% menjadi US$1.873,58 per ons, sedangkan palladium naik 1,2% menjadi US$1.349,58 per ons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














