Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha tambang batubara, Low Tuck Kwong melakukan divestasi sebagian kecil saham di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Transaksi dilakukan pada 6 Oktober 2026.
Melansir keterbukaan informasi pada Rabu (7/10), Low Tuck Kwong melaporkan telah menjual 33,33 juta saham BYAN di harga Rp 11.025 per saham. Ini setara dengan Rp 367,50 miliar.
Alhasil, kepemilikan Low Tuck Kwong menyusut menjadi 13,38 miliar saham atau setara dengan 40,15%. Sebelum transaksi, kepemilikan Low Tuck Kwong mencapai 13,41 juta saham atau setara dengan 40,25%.
Baca Juga: Minyak WTI Menguat di Tengah Ancaman Gangguan Pasokan, Ini Proyeksinya
Adapun pihak penjual alias Low Tuck Kwong menggunakan sekuritas PT UBS Sekuritas Indonesia. Sementara pihak pembeli menggunakan broker, PT Maybank Sekuritas Indonesia.
Divestasi yang dilakukan Low Tuck Kwong terjadi di tengah proses akuisisi BYAN oleh PT Jhonlin Baratama. Pada intraday perdagangan Rabu (7/10), terjadi transaksi jumbo di pasar negosiasi.
Berdasarkan data RTI, terjadi transaksi dengan nilai akumulasi sebanyak Rp 26,1 triliun atas saham BYAN. Transaksi di pasar negosiasi ini terjadi sebanyak tiga kali di harga Rp 2.588 per saham.
Transaksi pertama terjadi pada 09:31 WIB sebanyak 16,66 juta saham atau setara dengan Rp 4,31 miliar. Transaksi kedua terjadi pada 09:38 WIB atas 5 miliar saham BYAN atau setara dengan Rp 12,94 triliun.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp 17.887 Per Dolar AS Hari Ini (7/10), Rupee Anjlok
Transaksi ketiga terjadi satu menit kemudian tepatnya 09:28 WIB, jumlah saham BYAN yang ditransaksikan mencapai 50 miliar saham BYAN atau setara dengan Rp 12,94 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














