kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Harga Emas Dunia Berpotensi Lanjut Melemah, Intip Proyeksinya Pekan Depan


Jumat, 30 Oktober 2026 / 19:49 WIB
Harga Emas Dunia Berpotensi Lanjut Melemah, Intip Proyeksinya Pekan Depan
ILUSTRASI. Harga emas dunia diperkirakan masih dalam tren pelemahan pada perdagangan pekan depan. (REUTERS/Arko Datta)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia diperkirakan masih dalam tren pelemahan pada perdagangan pekan depan.

Ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang cenderung hawkish berpotensi menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga membatasi daya tarik emas.

Melansir Trading Economics pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.30 WIB, harga emas di pasar spot terkoreksi, bertengger di level US$ 3.968 per ons troi atau melemah 1,4% secara harian, bahkan anjlok hingga 5,1% sebulan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memperkirakan harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang turun menuju area support US$ 3.946 per ons troi dalam jangka pendek. Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan.

Baca Juga: Laba Bersih Mitratel (MTEL) Capai Rp 1,55 Triliun Hingga Kuartal III-2026

“Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen kebijakan moneter AS masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan logam mulia,” ujar Geraldo dalam risetnya, Jumat (30/10/2026).

Dari sisi teknikal, Geraldo melihat tren harga emas pada grafik harian masih cenderung bearish. Pasalnya, emas spot belum mampu menembus level resistance kuat di US$ 4.080. Kegagalan tersebut membuat emas belum membentuk swing high baru yang dapat mengonfirmasi pembalikan tren ke arah bullish.

Sebaliknya, jika emas mampu bertahan di area support dan tekanan beli kembali meningkat, harga berpeluang bergerak konsolidasi atau mengalami pemulihan dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%.

Namun, keputusan tersebut tidak bulat. Dua pejabat The Fed menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa risiko pengetatan kebijakan moneter AS masih membayangi pasar.

Baca Juga: GOTO Berhasil Cetak Laba Tiga Kuartal Beruntun, Bisnis Fintech Jadi Penopang

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember juga berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Kondisi tersebut umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil, sementara emas tidak memberikan bunga.

Dengan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memandang prospek emas pada pekan depan masih cenderung bearish. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta imbal hasil US Treasury.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×