kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pendapatan INDF Naik 12% Jadi Rp 101,49 Triliun, Laba Naik 11% per Kuartal III-2026


Jumat, 30 Oktober 2026 / 20:32 WIB
Pendapatan INDF Naik 12% Jadi Rp 101,49 Triliun, Laba Naik 11% per Kuartal III-2026
ILUSTRASI. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama periode Januari hingga September 2026. Emiten sektor barang konsumsi dari grup Salim ini membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 101,49 triliun, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 90,98 triliun.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut mendorong peningkatan laba usaha Indofood. Hingga akhir September 2026, laba usaha INDF tercatat sebesar Rp 20,80 triliun, naik 15% dibandingkan Rp 18,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, margin laba usaha Indofood juga mengalami peningkatan menjadi 20,5% dari sebelumnya 19,9%.

Baca Juga: Bukan Cuma The Fed, Sentimen Domestik Ikut Mengerek Yield SBN ke Level 7,64%

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di kisaran Rp 7,87 triliun.

Kinerja laba tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kondisi ini terjadi seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, core profit atau laba inti Indofood tumbuh 11% menjadi Rp 9,37 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp 8,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, kinerja solid tersebut didukung oleh model bisnis perseroan yang terintegrasi secara vertikal.

"Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini," ujar Anthoni dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Ke depan, Indofood akan tetap berfokus mendorong pertumbuhan berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×