Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel masih mampu mencetak pertumbuhan kinerja di periode Januari–September 2026.
Per 30 September 2026, MTEL meraup pendapatan sebesar Rp 7,01 triliun atau tumbuh 1,8% secara tahunan. Sementara, laba bersih MTEL mencapai Rp 1,55 triliun atau naik 0,8% secara tahunan.
Hingga September 2026, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini telah mengoperasikan 40.704 menara telekomunikasi dengan 24.333 kolokasi dan total 65.037 tenant.
Tenancy ratio meningkat menjadi 1,60 kali pada September 2026 atau meningkat 1,55 kali pada periode September 2025. Sementara billable fiber length MTEL mencapai 76.761 km, tumbuh 13,3% YoY.
Baca Juga: Rupiah Terancam Kian Melemah, BI Hadapi Dilema Suku Bunga Usai The Fed Beri Sinyal
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan kinerja MTEL hingga kuartal III 2026 didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset dan penerapan prinsip kehati-hatian.
“Kami terus memperkuat produktivitas aset, menjaga disiplin alokasi belanja modal, serta memastikan setiap investasi memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja dan penciptaan nilai jangka panjang,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Pria yang akrab dipanggil Teddy ini bilang MTEL tengah fokus melakukan transformasi menuju Next-Generation TowerCo dilakukan dengan tetap memperkuat bisnis inti menara dan fiber optik.
Adapun salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Green Tower as a Service (GTAS), Teddy bilang layanan tersebut mendukung efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kebutuhan energi operator telekomunikasi.
Baca Juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Raup Pendapatan Rp 4,12 Triliun per Kuartal III-2026
Mitratel juga mengembangkan peluang bisnis pemanfaatan menara telekomunikasi untuk implementasi Fixed Wireless Access (FWA) untuk perluasan akses broadband sesuai dengan kebutuhan pasar dan potensi bisnis yang tersedia.
“Implementasinya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kelayakan investasi dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Mitratel,” jelas Teddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














