Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) optimistis tren penguatan harga emas global akan membawa katalis positif untuk mendongkrak kinerja perusahaan. PSAB pun melanjutkan ekspansi untuk memacu produksi emas dan menjaga pertumbuhan kinerja di masa depan.
Direktur Utama J Resources Asia Pasifik, Edi Permadi menilai faktor ketidakpastian yang masih membayangi dinamika geopolitik global membuat aset safe haven seperti emas menjadi pilihan menarik bagi investor. Edi menyoroti langkah sejumlah bank sentral yang meningkatkan cadangan dalam bentuk emas, seperti yang dilakukan oleh China.
Selain itu, permintaan ritel perhiasan emas juga mengalami peningkatan. Kondisi ini membawa katalis positif yang mendongkrak harga emas hingga menyentuh rekor harga tertinggi. Saat ini pun harga komoditas emas global masih bergerak di atas level US$ 2.900 per ons troi.
Sejumlah lembaga riset dan investasi pun memperkirakan harga emas pada tahun ini berpotensi menyentuh level US$ 3.000 per ons troi. Kemudian, berpeluang melanjutkan kenaikan pada tahun depan. Edi pun memprediksi, bukan tak mungkin nantinya harga emas bisa menyentuh level US$ 3.500 per ons troi.
"Tren positif (kenaikan harga emas) masih bisa berlanjut. Kami juga akan diuntungkan dengan komoditas emas yang kami produksi," kata Edi dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (26/2).
Baca Juga: Optimis Capai Pendapatan US$ 240 Juta di 2024, Simak Target J Resources (PSAB) 2025
PSAB pun menjalankan strategi ekspansi agar bisa mengoptimalkan momentum tersebut. Saat ini, tulang punggung produksi emas PSAB masih berada di Blok Bakan dan Penjom.
Ke depan, produksi emas PSAB bakal terdongkrak oleh kontribusi dari proyek tambang emas Doup. Edi memberikan gambaran, pada tahun lalu PSAB mencapai kinerja positif secara operasional dengan mencatatkan produksi emas sekitar 101.000 ounces.
Seiring dengan ekspansi yang berlangsung pada Proyek Doup, PSAB memproyeksikan bisa mengerek naik tingkat produksi mendekati 200.000 ounces emas pada tahun 2027.
Edi menegaskan, PSAB akan menjaga tingkat produksi supaya bisa mencapai operasional pertambangan yang berkelanjutan. Hal ini juga penting untuk menjaga agar cadangan dan sumber daya bisa terkelola dengan baik sesuai dengan kaidah good mining practice.
"Jadi aspek lingkungan juga sangat penting untuk menjaga agar sumber daya dan cadangan terkonservasi, serta untuk memenuhi kepentingan seluruh stakeholders," kata Edi.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham PSAB, BBRI, ANTM, PTRO, AADI dan PANI untuk Senin (6/1)
Edi mengklaim, PSAB beserta anak usahanya menjalankan operasional pertambangan dengan memenuhi aspek regulasi, lingkungan dan keberlanjutan. Langkah ini pun mendapat pengakuan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Anak usaha PSAB, yakni PT J Resources Bolaang Mangondow pada tahun ini berhasil mendapat PROPER Hijau. Edi menegaskan, pemenuhan aspek lingkungan dan keberlanjutan menjadi keharusan, karena merupakan faktor yang krusial bagi keberlangsungan bisnsi perusahaan. Saat ini pembiayaan untuk kegiatan pertambangan menjadi lebih selektif dan sangat memperhatikan aspek lingkungan.
"Perusahaan tambang didorong untuk senantiasa memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap tahapan dan menerapkan kaidah good mining practice," tandas Edi.
Selanjutnya: Bullion Bank Resmi Diluncurkan, BEI akan Terbitkan ETF Emas Tahun Ini
Menarik Dibaca: Mengobati Asam Urat di Pergelangan Kaki dengan Cepat! Coba 8 Cara Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News