CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Haji Isam Dikabarkan Ajukan Tawaran US$ 3 Miliar untuk Akuisisi BYAN, Ini Kata Analis


Rabu, 09 September 2026 / 19:23 WIB
Haji Isam Dikabarkan Ajukan Tawaran US$ 3 Miliar untuk Akuisisi BYAN, Ini Kata Analis
ILUSTRASI. Wacana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali mencuat. ? (Dok/BYAN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali mencuat. Haji Isam dikabarkan menawarkan sekitar US$ 3 miliar untuk 62% saham BYAN.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Rabu (9/9/2026), tawaran tersebut disampaikan melalui entitas yang dikendalikan Haji Isam kepada pemegang saham mayoritas BYAN, yakni Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.

Low Tuck Kwong diketahui menguasai sekitar 40% saham BYAN, sedangkan Elaine memiliki sekitar 22%. Dengan demikian, total kepemilikan keluarga Low yang menjadi sasaran tawaran mencapai sekitar 62% saham.

Baca Juga: Total Bangun (TOTL) Kebanjiran Proyek Data Center, Pipeline Tembus Rp 17,2 Triliun

Jika terealisasi, nilai tawaran US$ 3 miliar atau sekitar Rp 52,6 triliun tersebut mencerminkan diskon sekitar 80% dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar.

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai angka tersebut tergolong agresif. Secara kasar, tawaran US$ 3 miliar untuk 62% saham BYAN hanya mencerminkan valuasi sekitar US$ 4,8 miliar.

Menurut Hendra, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah pemegang saham pengendali BYAN bersedia melepas kendali atas perusahaan tambang besar dengan harga jauh di bawah valuasi pasar.

Hendra juga menilai angka US$ 3 miliar belum dapat dianggap sebagai harga final. Struktur pembayaran, sumber pendanaan, mekanisme transaksi, hak saham serta berbagai persyaratan masih dapat mengubah nilai ekonominya.

Terlebih, jika pembayaran dilakukan secara bertahap, nilai nominal US$ 3 miliar yang beredar di pasar belum tentu menggambarkan nilai ekonomi transaksi secara keseluruhan.

“Pasar jangan terlalu cepat menyebut Bayan sedang dijual US$ 3 miliar. Bisa jadi yang sedang terjadi baru tahap tawar-menawar,” jelas Hendra saat dihubungi Kontan, Rabu (9/9). 

Di sisi lain, Hendra melihat BYAN tetap memiliki daya tarik fundamental. BYAN memiliki bisnis batubara terintegrasi, infrastruktur logistik sendiri, skala produksi besar serta struktur biaya yang relatif kompetitif.

Baca Juga: Transaksi Derivatif Kripto Kian Berkembang, Bittime Sambut Aturan Baru OJK

Menurut Hendra, daya tarik BYAN bukan hanya berasal dari cadangan batubara, tetapi juga kombinasi skala produksi, infrastruktur, efisiensi serta kemampuan menghasilkan arus kas.

Meski demikian, investor perlu membedakan rumor akuisisi dengan kepastian transaksi. Hingga kini, belum terdapat kepastian bahwa pembicaraan Haji Isam dan keluarga Low akan berujung pada kesepakatan jual beli saham BYAN.

“Apabila rumor akuisisi mereda atau negosiasi gagal, saham BYAN pada akhirnya kembali akan diuji berdasarkan fundamental perusahaan, seperti produksi, harga jual batubara, biaya, margin, arus kas dan dividen,” ucap Hendra. 

Hendra menjelaskan secara teknikal BYAN berpotensi bergerak pada kisaran harga Rp 13.700–Rp 13.800 per saham. Dia memberikan rekomendasi speculative buy untuk BYAN dalam jangka pendek hingga menengah dengan target harga awal Rp 15.000 per saham.

“Sebaiknya  investor tidak mengejar BYAN hanya karena rumor akuisisi. Fundamental perusahaan tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan valuasi saham dalam jangka panjang,” kata Hendra. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×