kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Saham Bayan (BYAN) Melesat 19,97% di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Ini Kata Analis


Selasa, 18 Agustus 2026 / 17:16 WIB
Saham Bayan (BYAN) Melesat 19,97% di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Ini Kata Analis
ILUSTRASI. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (Dok/BYAN)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong melesat 19,97% ke level Rp 17.275 per saham pada penutupan perdagangan, Selasa (18/8/2026). Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga saham ini sudah melonjak 43,66%.

Lonjakan saham emiten tambang batu bara tersebut terjadi di tengah beredarnya rumor akuisisi oleh pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Kabar yang beredar di salah satu media daring menyebutkan Haji Isam berencana mengambil alih sebagian besar atau sekitar 62% saham BYAN.

KONTAN telah berupaya mengonfirmasi kabar tersebut kepada manajemen BYAN. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,75% Hari Ini (18/8), Top Gainers LQ45: WIFI, INDY, EXCL

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, jika menengok ke belakang, banyak transaksi akuisisi serupa yang pada akhirnya justru mengecewakan investor. Dus, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari otoritas bursa terkait kabar semacam ini.

"Kalau kita lihat ke belakang-belakang kan banyak transaksi-transaksi kayak gini yang akhirnya mengecewakan. Jadi isu-isu seperti ini yang harus memberikan informasi secara lebih transparan kan dari bursa sebenarnya. Pihak bursa harus lebih komunikatif, lebih aktif," kata Rully saat ditemui di Jakarta, (18/8/2026).

Lebih lanjut, Rully menyoroti karakter investor ritel yang cenderung menyukai hal-hal spekulatif, termasuk isu-isu seperti rumor akuisisi. Selain itu, ia mengingatkan perlindungan terhadap investor ritel tetap harus menjadi prioritas agar investor tidak dirugikan.

"Investor harus dilindungi juga kan. Jangan sampai mereka akhirnya rugi. Mirae Asset kan juga kasih edukasi setiap minggu, tapi tetap saja mereka (sebagian investor ritel) pada dasarnya senang yang seperti itu (spekulatif)," tambah Rully.

Disamping itu, tim riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan rumor akuisisi oleh Haji Isam menjadi katalis utama penguatan saham BYAN, dengan spekulasi pengambilalihan sekitar 62% saham perusahaan oleh pihak yang terafiliasi dengan Jhonlin Group.

"Spekulasi aksi korporasi semakin kuat setelah JARR, perusahaan milik Haji Isam, menjadwalkan RUPSLB 21 September 2026, meski agenda resminya belum diumumkan," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (18/8/2026).

Dari sisi analisis teknikal, BRI Danareksa Sekuritas mencatat saham BYAN telah mengalami breakout dari pola reversal sekaligus menembus level Moving Average 200 (MA200). Breakout tersebut disertai lonjakan volume perdagangan yang signifikan, mengindikasikan adanya peningkatan minat beli atau buying interest dari pelaku pasar.

"Harga sudah naik sekitar 42% dalam sepekan dan berada di area resistance Rp16.450–Rp 17.670. Selama bertahan di atas Rp16.450, momentum bullish masih terbuka menuju Rp17.670–Rp 18.565," ucapnya.

Baca Juga: Intip Prospek dan Proyeksi Mata Uang Asia hingga Akhir Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×