kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Hadapi Dinamika Industri, Latinusa (NIKL) Andalkan Efisiensi di 2026


Rabu, 08 April 2026 / 15:17 WIB
Hadapi Dinamika Industri, Latinusa (NIKL) Andalkan Efisiensi di 2026
ILUSTRASI. PT Latinusa Tbk (NIKL) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja pada 2026 di tengah dinamika industri baja domestik.(Dok/Kemenperin)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Latinusa Tbk (NIKL) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja pada 2026 di tengah dinamika industri baja domestik. Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi dan daya saing harga.

Direktur Utama Latinusa Jetrinaldi menyebut tekanan dari produk impor masih berlanjut hingga awal 2026. Namun, NIKL menilai kondisi tersebut dapat diantisipasi melalui penyesuaian strategi operasional.

“Optimalisasi biaya dilakukan dari hulu hingga hilir. Langkah ini mencakup pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian beban keuangan ” jelasnya dalam paparan publik, Rabu (8/4/2026). 

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,55% ke Rp 17.012 per Dolar AS pada Rabu (8/4/2026)

Jetrinaldi bilang strategi tersebut mulai menunjukkan hasil pada kinerja awal 2026. Menurutnya, pencapaian kuartal pertama relatif lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Selain efisiensi, NIKL juga berupaya menjaga stabilitas kinerja melalui pengelolaan risiko nilai tukar. Ini menjadi penting mengingat struktur biaya masih didominasi oleh bahan baku impor.

“Kami berupaya untuk menekan beban bunga sehingga kami yakin mestinya bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Jetrinaldi. 

Baca Juga: PP Presisi (PPRE) Catat Rugi Bersih Rp 1,46 Triliun di 2025 Meski Pendapatan Naik

Di sisi eksternal, manajemen NIKL melihat adanya peluang dari perubahan kondisi global. Kenaikan biaya logistik dinilai dapat menekan daya saing produk impor di pasar domestik.

Dengan kombinasi strategi tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja tetap stabil sepanjang 2026. Namun NIKL masih enggan menyebut target pasti pertumbuhan kinerja tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×