Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/7/2026), di tengah pergerakan pasar yang cenderung terbatas.
IHSG ditutup naik 0,04% ke level 6.041,97. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga tercatat menguat 0,13% ke level Rp18.091 per dolar Amerika Serikat.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG masih tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah.
“Harga minyak mentah yang masih cenderung menguat membatasi penguatan indeks,” ujar Alrich kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA20. Namun, indikator Stochastic RSI sudah berada di area overbought.
“Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi di kisaran 6.000-6.125,” jelasnya.
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik Tipis 0,04% ke 6.041,9 Rabu (15/7), Top Gainers: ESSA, ANTM, AMMN
Sejalan, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pergerakan IHSG masih menghadapi tantangan meskipun menunjukkan kecenderungan positif.
Menurutnya, penguatan IHSG diuji setelah terbentuknya pola doji star candle, meski indikator teknikal seperti Stochastic dan RSI masih memberikan sinyal positif yang didukung kenaikan volume.
“Dengan demikian, IHSG diperkirakan cenderung positif atau bullish moderat, meskipun masih dibayangi beberapa faktor struktural yang dapat membatasi ruang penguatan,” ujarnya.
Dari global, sentimen positif datang dari data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan lebih dovish.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Diproyeksi Masih Berat di 2026, Cermati Saham Pilihan Analis
Selain itu, meredanya kekhawatiran geopolitik setelah rencana pungutan pelayaran di Selat Hormuz dibatalkan turut mendukung sentimen pasar global.
Sementara dari domestik, pasar masih ditopang oleh keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menambah 37 saham ke dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC), sehingga totalnya menjadi 51 emiten.
Untuk perdagangan Kamis (16/7/2026), Nafan memproyeksikan IHSG memiliki kecenderungan menguat terbatas.
“IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.972 dan 5.848, serta resistance di 6.127 dan 6.257,” jelasnya.
Ia menambahkan, investor dapat mencermati sejumlah sektor yang berpotensi menarik, seperti perbankan, konsumsi, petrokimia dan energi, serta komoditas logam.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (15/7)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
