kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

PP Presisi (PPRE) Catat Rugi Bersih Rp 1,46 Triliun di 2025 Meski Pendapatan Naik


Rabu, 08 April 2026 / 14:42 WIB
PP Presisi (PPRE) Catat Rugi Bersih Rp 1,46 Triliun di 2025 Meski Pendapatan Naik
ILUSTRASI. PP Presisi (PPRE) (PPRE/PPRE)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan rugi bersih sepanjang 2025 kala pendapatannya masih mampu naik tipis.

Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini mengantongi pendapatan Rp 3,94 triliun di tahun 2025. Ini naik 4,09% dari Rp 3,79 triliun di tahun sebelumnya.

Segmen konstruksi berkontribusi paling besar ke pendapatan, yaitu Rp 3,60 triliun. Lalu, segmen tambang menyumbang Rp 250,61 miliar, segmen sewa Rp 84,56 miliar, dan segmen ready mix Rp 6,01 miliar.

Baca Juga: Pengendali Summarecon Agung (SMRA) Tambah Kepemilikan, Kini Kuasai 36%

Beban pokok pendapatan ikut naik ke Rp 4,07 triliun di 2025, dari sebelumnya Rp 3,01 triliun di 2024.

Alhasil, PPRE membukukan rugi kotor Rp 128,76 miliar sepanjang tahun lalu. Ini berbanding terbalik dari laba kotor Rp 778,21 miliar di 2024.

PPRE mengantongi rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih Rp 1,46 triliun per Desember 2025. Ini berbanding terbalik dari laba bersih Rp 90,33 miliar di tahun sebelumnya.

Dengan kinerja tersebut, PPRE mengantongi rugi dasar per saham Rp 143,06 di 2025, berbanding terbalik dari laba dasar per saham Rp 8,84 per saham di 2024.

Per 31 Desember 2025, PPRE punya jumlah aset Rp 6,77 triliun. Ini turun dari Rp 7,64 triliun per 31 Desember 2024.

Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 4,64 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 4,15 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 2,13 triliun per akhir 2025, turun dari Rp 3,49 triliun di akhir tahun 2024.

PPRE memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 268,53 miliar di akhir Desember 2025, naik dari Rp 158,68 miliar di periode sama tahun lalu.

Direktur Utama PP Presisi, Rizki Dianugrah menyampaikan, kinerja perseroan sepanjang 2025 mencerminkan fase penyesuaian. Ini juga seiring dengan dinamika industri serta penerapan pendekatan kehati-hatian dalam memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Di sisi operasional, PPRE mengalami dinamika yang berdampak pada tingkat utilisasi aset dalam periode berjalan. 

“Perseroan terus melakukan perbaikan secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga stabilitas operasional,” katanya dalam siaran pers.

Baca Juga: Pasar Vietnam Di-Upgrade Jadi Pasar Berkembang, Asing Diprediksi Masuk US$ 6 Miliar

Sementara itu, dari sisi eksternal, industri nikel global saat ini berada dalam kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang menyebabkan volatilitas harga komoditas. 

Dalam merespons kondisi tersebut, PPRE pun melakukan penyesuaian harga sebagai bagian dari strategi untuk menjaga keberlangsungan proyek serta mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Ke depan, PPRE akan terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset, serta penguatan kemitraan strategis. 

Dengan pendekatan tersebut, Perseroan optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja serta berada dalam posisi yang lebih siap untuk menangkap peluang pertumbuhan ketika kondisi industri kembali membaik.

“Kami tetap percaya pada prospek jangka panjang industri nikel. Dengan langkah strategis yang kami jalankan saat ini, perseroan berada dalam posisi yang tepat untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×