kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

RAJA, RMKE dan MLPT Bersiap Stock Split, Mana yang Menarik?


Rabu, 15 Juli 2026 / 17:53 WIB
RAJA, RMKE dan MLPT Bersiap Stock Split, Mana yang Menarik?
ILUSTRASI. PT Rukun Raharja Tbk (Dok/RAJA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT RMK Energy Tbk (RMKE) dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bersiap melaksanakan aksi pemecahan nilai alias stock split saham untuk meningkatkan likuiditas transaksi perdagangannya di Bursa Efek Indonesia. 

RAJA dan RMKE akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:5. RAJA mulai diperdagangkan dengan nominal baru pada 16 Juli 2026, sedangkan RMKE memulai perdagangan saham hasil stock split pada 17 Juli 2026.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menjelaskan secara umum stock split tidak mengubah nilai fundamental maupun kapitalisasi pasar emiten. Aksi korporasi tersebut hanya meningkatkan jumlah saham beredar dan menurunkan harga per lembar saham.

"Dengan harga yang lebih terjangkau, saham RAJA dan RMKE berpotensi menjadi lebih menarik bagi investor ritel karena hambatan psikologis untuk membeli saham menjadi lebih kecil," ujarnya kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: RAJA dan RMKE Mau Stock Split, Cek Rekomendasi dan Target Harga Terbarunya

Nafan bilang peningkatan likuiditas pasca-stock split akan lebih berkelanjutan apabila didukung fundamental yang kuat. Pertumbuhan laba yang konsisten dan adanya katalis bisnis tetap menjadi faktor utama penentu pergerakan harga saham.

"Dampak positif stock split terhadap likuiditas akan lebih berkelanjutan apabila didukung fundamental yang solid, pertumbuhan laba yang konsisten, serta adanya katalis bisnis," kata dia.

Nafan menyebut apabila kinerja keuangan terus membaik setelah stock split, peningkatan volume transaksi berpeluang bertahan dalam jangka panjang. Sebaliknya, tanpa dukungan fundamental, efek stock split umumnya hanya bersifat sementara.

Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham RAJA, SMDR, dan WIFI

"Jika tidak diikuti perbaikan fundamental, efek stock split umumnya hanya bersifat jangka pendek karena lebih didorong oleh sentimen pasar," jelasnya.

Nafan mempertahankan peringkat add saham RAJA dengan target harga Rp 5.150 sebelum stock split atau setara Rp 1.030 setelah penyesuaian harga.  Sementara itu, RMKE memperoleh rekomendasi speculative buy dengan target harga Rp 2.680 sebelum stock split atau setara Rp 535.

Berbeda dengan RAJA dan RMKE, Nafan belum memberikan rekomendasi untuk saham MLPT karena tingkat likuiditasnya masih rendah. Meski demikian, aksi stock split dinilai dapat menjadi katalis awal untuk meningkatkan aktivitas perdagangan saham tersebut.

“Kenaikan harga saham MLPT setelah stock split tetap bergantung pada kemampuan emiten menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba. Tanpa perbaikan kinerja, peningkatan likuiditas diperkirakan tidak akan berlangsung lama,” kata Nafan. 

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik Tipis, Ini Rekomendasi Saham CDIA, RAJA, SMDR dan WIFI Rabu (15/7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×