kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

BEI Tetapkan 37 Saham Baru Masuk Kategori HSC, Ini Daftarnya


Rabu, 15 Juli 2026 / 17:44 WIB
BEI Tetapkan 37 Saham Baru Masuk Kategori HSC, Ini Daftarnya
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia merilis 37 saham baru kategori HSC. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan 37 saham baru masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) setelah menerapkan metodologi baru yang menggunakan indikator price-impact ratio. Dengan penambahan tersebut, total saham yang masuk kategori HSC kini mencapai 51 emiten.

Seluruh saham baru yang masuk kategori HSC berasal dari kelompok emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan transparansi perdagangan saham di pasar modal.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa BEI terlebih dahulu melakukan penyaringan terhadap 171 saham berkapitalisasi besar menggunakan indikator price-impact ratio.

Setelah itu, saham-saham yang memiliki rasio tinggi kembali dianalisis untuk mengidentifikasi adanya indikasi konsentrasi kepemilikan saham yang signifikan. Meski demikian, Jeffrey menegaskan bahwa tingginya nilai price-impact ratio tidak serta-merta membuat suatu saham masuk dalam kategori HSC.

“Untuk saham-saham dengan price-impact ratio yang tinggi, tentu akan dilakukan screening terhadap potensi adanya high shareholding concentration," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi pada Kamis (16/7), Cek Rekomendasi Saham Pilihan dari Analis

Menurut Jeffrey, hasil penyaringan lanjutan tersebut menghasilkan 37 saham yang memenuhi kriteria indikasi HSC. Penambahan indikator price-impact ratio menjadi bagian dari evaluasi metodologi HSC yang dilakukan BEI guna meningkatkan efektivitas pengawasan pasar.

Selain menggunakan indikator price-impact ratio, BEI juga tetap menerapkan berbagai trigger factors dalam aktivitas pengawasan perdagangan saham. Faktor-faktor tersebut dapat diterapkan secara insidental terhadap seluruh saham yang tercatat di bursa sesuai dengan kebutuhan pengawasan.

Kategori HSC sendiri digunakan BEI untuk mengidentifikasi saham-saham yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi, sehingga pergerakan harga saham berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas transaksi dalam jumlah tertentu.

Berikut daftar 37 saham yang masuk kategori HSC berdasarkan metodologi terbaru BEI:

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)

  • PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)

  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)

  • PT Golden Flower Tbk (POLU)

  • PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)

  • PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

  • PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)

  • PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)

  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

  • PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

  • PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)

  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

  • PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)

  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)

  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

  • PT Siantar Top Tbk (STTP)

  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)

  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

  • PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

  • PT FAP Agri Tbk (FAPA)

Baca Juga: DXY Tergelincir, Intip Valas Prospektif untuk Dikoleksi

  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

  • PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

  • PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)

  • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)

  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×