kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ekspansi Bisnis Segmen Fiber Optik, Simak Rekomendasi Saham Mitratel (MTEL)


Rabu, 15 Juli 2026 / 18:19 WIB
Ekspansi Bisnis Segmen Fiber Optik, Simak Rekomendasi Saham Mitratel (MTEL)
ILUSTRASI. PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) (Dok/MTEL)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis sewa menara diproyeksi tetap menjadi penopang utama kinerja PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) ke depan. Namun demikian, kondisi makroekonomi hingga pesanan dari mobile network operator (MNO) alias operator seluler perlu menjadi perhatian perseroan. 

Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menyoroti laba bersih MTEL pada kuartal I – 2026 yang mencapai Rp 545 miliar, naik 3,6% secara year on year (yoy). Kinerja tersebut didorong oleh biaya keuangan yang lebih rendah yang turun sebesar 19,4% yoy dan mempertahankan margin yang solid sebesar 23,8% dibanding kuartal I – 2025 yang sebesar 23,3%. 

“Kinerja MTEL didukung oleh ekspansi bisnis di segmen fiber optik yang tumbuh signifikan sebesar 8,5% yoy dan kontribusinya meningkat menjadi 6,6% dari total pendapatan,” ujar Leonardo dalam risetnya pada 18 Mei 2026. 

Leonardo memperkirakan kinerja MTEL pada tahun ini didorong oleh bisnis penyewaan menara yang stabil, manajemen biaya yang disiplin, dan permintaan fiber yang terus meningkat. Ia mencatat pendapatan segmen sewa menara mencapai Rp 1,85 triliun pada kuartal I – 2026. Bisnis terkait menara tumbuh menjadi Rp 166 miliar (naik 12,9% yoy) sementara reseller menara tetap stabil di Rp 128 miliar (naik 0,8% yoy). 

Baca Juga: Incar Pertumbuhan Kinerja di 2026, Mitratel (MTEL) Siapkan Capex Rp 2,9 Triliun

“Pertumbuhan bisnis terkait menara mencerminkan portofolio selektif menuju margin yang lebih tinggi, mengoptimalkan pendapatan bisnis MTEL. Hingga Q1 2026, total menara mencapai 40.327 unit,” ucap Leonardo. 

Kemudian, pertumbuhan fiber optik tetap meningkat. Segmen fiber optik mencatat pertumbuhan 8,5% yoy menjadi Rp 152 miliar pada kuartal I – 2026. MTEL mencatat penambahan jaringan fiber optik sepanjang 1.080 km, sehingga total jaringan fiber optik mencapai 58.279 km pada kuartal pertama tahun 2026. Dari segi komposisi, 54% berlokasi di luar Jawa. 

“Meskipun segmen fiber optik menyumbang 6,6%, segmen ini terus menjadi mesin pertumbuhan utama bagi MTEL, mengimbangi kinerja bisnis penyewaan menara yang relatif stagnan,” kata Leonardo. 

Leonardo menyebut bahwa Telkomsel tetap menjadi operator penyewa terbesar. Pendapatan dari Telkomsel meningkat sebesar 5,0% secara tahunan menjadi Rp 1,23 triliun pada kuartal I – 2026, sehingga kontribusinya meningkat menjadi 54% dari 53%. Sementara itu, pendapatan dari operator lain yakni PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tumbuh sebesar 16,8% yoy pasca-merger menjadi Rp 324 miliar pada kuartal I – 2026. Sementara PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat penurunan menjadi Rp 475 miliar pada kuartal I – 2026 (turun 3,5% yoy). 

Baca Juga: Catat! Cum Dividen Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) pada 8 Juli 2026

Sukarno Alatas, Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, alokasi belanja modal MTEL sebesar Rp 2 triliun tetap terkendali dan difokuskan pada ekspansi menara dan fiber strategis. Menurutnya, investor perlu mencermati beberapa poin penting untuk menilai kinerja MTEL. Antara lain pendapatan berulang dari sewa menara telekomunikasi karena margin EBITDA dipertahankan pada angka kuat 74,9% pada kuartal I – 2026, meskipun terjadi normalisasi secara kuartalan. Kemudian, segmen fiber yang diperkirakan tetap menjadi penggerak pertumbuhan utama yang didukung oleh meningkatnya permintaan dari densifikasi 4G, peluncuran awal 5G, dan pengembangan Fixed Wireless Access (FWA). 

Investor juga perlu mencermati ekspansi MTEL di luar Jawa yang berlanjut. Ini terlihat dari penyewa co – location yang meningkat 11% yoy dengan rasio penyewaan stabil di 1,57x sehingga mencerminkan permintaan organik yang sehat di luar Jawa. Manajemen MTEL juga menargetkan lebih dari 2.500 penyewa baru dan perluasan fiber yang berkelanjutan, mendukung pertumbuhan pendapatan yang stabil dan prospek margin yang kuat.

“Ke depannya, MTEL diharapkan terus mendapatkan manfaat dari densifikasi 4G, peluncuran 5G secara bertahap, ekspansi FWA, dan peluang B2B yang didorong oleh AI, sementara kontrak yang terkait inflasi memberikan visibilitas pendapatan yang kuat,” ucap Sukarno dalam risetnya pada 13 Mei 2026. 

Baca Juga: Mitratel (MTEL) Tawarkan Dividend Yield Hingga 5%, Menarikkah Untuk Diburu?

Analis OCBC Sekuritas, Gani memperkirakan prospek kinerja MTEL pada kuartal III – 2026 masih akan melanjutkan pertumbuhan moderat didorong oleh pertumbuhan tenan di bisnis menara maupun asset non-menara. Ia juga memperkirakan kenaikan laba bersih akan berlanjut pada kuartal II dan kuartal III, tetapi pertumbuhan kemungkinan masih cenderung akan moderat. 

“Sentimen yang perlu diperhatikan untuk mencermati kinerja MTEL ke depan antara lain sentimen suku bunga, tren perkembangan tenant, dan perkembangan teknologi,” ujar Gani kepada Kontan, Rabu (15/7/2026). 

Analis Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus saat dikonfirmasi mengatakan bahwa risiko yang perlu diperhatikan adalah kondisi makroekonomi yang lebih lemah dan pesanan MNO yang lebih lunak. 

Leonardo memproyeksikan pendapatan dan laba bersih MTEL tahun 2026 masing – masing mencapai Rp 9,77 triliun dan Rp 2,16 triliun. Adapun pada tahun 2025, MTEL mengantongi pendapatan Rp 9,53 triliun dan laba bersih Rp 2,12 triliun. 

Leonardo, Sukarno, dan Aurelia merekomendasikan buy saham MTEL dengan target harga masing – masing Rp 670 per saham, Rp 705 per saham, dan Rp 760 per saham. Sementara Gani merekomendasikan hold saham MTEL dengan target harga yang masih under review.

Baca Juga: Alokasikan 98% Laba Bersih, Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Tunai Rp 2,08 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×