Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jajaran direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) kompak menambah kepemilikan saham perseroan pada 14 Juli 2026. Pembelian saham tersebut dilakukan melalui Program Long Term Incentive (LTI) dengan harga pelaksanaan Rp 510 per saham.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjadi salah satu pejabat yang menambah kepemilikan saham BJTM. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, Winardi membeli 248.100 saham BJTM senilai sekitar Rp 126,53 juta.
Selain Winardi, sejumlah direksi dan komisaris Bank Jatim juga melakukan pembelian saham pada tanggal yang sama.
Berikut rincian pembelian saham BJTM oleh jajaran manajemen Bank Jatim pada 14 Juli 2026:
- Winardi Legowo membeli 248.100 saham.
- Tonny Prasetyo H.SP membeli 153.400 saham.
- Wiweko Probojakti membeli 152.400 saham.
- Arif Suhirman membeli 320.700 saham.
- R. Arief Wicaksono membeli 318.700 saham.
- Umi Rodiyah membeli 296.600 saham.
- Raden Mas Wahyukusumo Wisnubroto membeli 149.000 saham.
- Adhy Karyono membeli 189.100 saham.
Seluruh transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp 510 per saham dan dikategorikan sebagai kepemilikan saham langsung melalui Program LTI.
Tonton: Prabowo Panggil Luhut ke Hambalang, Bahas Ekonomi Nasional hingga Transformasi Digital
Kepemilikan Saham BJTM Setelah Transaksi
Setelah transaksi, kepemilikan saham Winardi Legowo meningkat menjadi 748.100 saham atau setara 0,005% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Sementara itu, kepemilikan saham para direksi dan komisaris lainnya menjadi sebagai berikut:
- Tonny Prasetyo H.SP: 256.400 saham (0,0017%).
- Wiweko Probojakti: 262.400 saham (0,0017%).
- Arif Suhirman: 5.655.700 saham (0,0377%).
- R. Arief Wicaksono: 4.037.300 saham (0,0269%).
- Umi Rodiyah: 2.466.900 saham (0,0164%).
- Raden Mas Wahyukusumo Wisnubroto: 149.000 saham (0,001%).
- Adhy Karyono: 438.300 saham (0,0029%).
Baca Juga: Barito (BREN) Siapkan Mega Akuisisi Energi Terbarukan di Filipina US$ 5 Miliar
Sinyal Positif bagi Investor?
Aksi borong saham oleh direksi dan komisaris umumnya menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan pelaku pasar. Pasalnya, manajemen merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan prospek bisnis perseroan.
Meski pembelian saham kali ini dilakukan dalam rangka Program Long Term Incentive (LTI), peningkatan kepemilikan saham oleh jajaran manajemen menunjukkan adanya keterlibatan yang lebih besar terhadap kinerja jangka panjang perusahaan.
Program LTI sendiri merupakan skema insentif yang bertujuan menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham melalui kepemilikan saham perseroan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
