Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/7/2026), sejalan dengan reli bursa saham di kawasan Asia yang terdorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG naik 0,04% atau 2,451 poin ke level 6.041,972.
Baca Juga: Direksi & Komisaris Kompak Borong Saham BJTM, Apakah Sinyal Positif?
Sebanyak 334 saham menguat, 267 saham melemah, dan 195 saham ditutup stagnan. Total volume perdagangan mencapai 28,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,7 triliun.
Dengan capaian tersebut, IHSG berhasil mencatat penguatan selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Enam indeks sektoral berakhir di zona hijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX Basic yang naik 0,76%, diikuti IDX Property sebesar 0,57%, dan IDX Cyclicals yang menguat 0,49%.
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemulihan IHSG Masih Bergantung Dana Asing
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan oleh:
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang naik 5,17% ke Rp 610.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 4,11% ke Rp 3.040.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 2,73% ke Rp 3.760.
Sementara itu, saham LQ45 yang mencatat penurunan terbesar adalah:
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 3,42% ke Rp 705.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 2,86% ke Rp 1.360.
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,56% ke Rp 2.520.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Naik ke Rp 18.068 Per Dolar AS Hari Ini (15/7), Paling Perkasa di Asia
Di sisi lain, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan BEI akan menambahkan 37 saham ke dalam daftar perusahaan dengan kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi pasar modal menyusul peringatan yang sebelumnya disampaikan penyedia indeks global MSCI terkait struktur pasar modal Indonesia.
Sentimen positif di pasar domestik sejalan dengan penguatan bursa Asia.
Indeks MSCI Emerging Markets Asia naik hingga 3,5%, dipimpin lonjakan indeks KOSPI Korea Selatan yang melesat 6,2%, menjadi kenaikan harian terbesar dalam lebih dari lima pekan.
Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Investasi Rp 460 Miliar, Bangun Dua Kapal Chemical Tanker
Reli KOSPI ditopang saham-saham semikonduktor. Saham SK Hynix melonjak 8,8%, sementara Samsung Electronics naik 6,3%.
Penguatan bursa Asia dipicu data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Juli, sekaligus menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sentimen tersebut turut mendorong penguatan saham-saham teknologi di Wall Street, termasuk Nvidia dan Micron Technology, yang kemudian merambat ke pasar saham Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
