kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.893   11,00   0,06%
  • IDX 6.305   -68,49   -1,07%
  • KOMPAS100 825   -11,01   -1,32%
  • LQ45 626   -7,40   -1,17%
  • ISSI 218   -1,80   -0,82%
  • IDX30 350   -3,85   -1,09%
  • IDXHIDIV20 426   -3,16   -0,74%
  • IDX80 94   -1,19   -1,25%
  • IDXV30 118   -0,66   -0,56%
  • IDXQ30 111   -1,03   -0,92%

GOTO Buka Suara Usai Sahamnya Dihapus dari Indeks MSCI


Kamis, 13 Agustus 2026 / 10:53 WIB
GOTO Buka Suara Usai Sahamnya Dihapus dari Indeks MSCI
ILUSTRASI. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghadapi tekanan baru setelah MSCI memutuskan menghapus GOTO dari indeks MSCI Indonesia. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghadapi tekanan baru setelah MSCI memutuskan menghapus GOTO dari indeks MSCI Indonesia pada akhir Agustus 2026.

Keputusan tersebut menjadi tambahan sentimen bagi saham GOTO, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan kapitalisasi pasar. Saat ini, kapitalisasi pasar GOTO berada di sekitar US$3,2 miliar dari sebelumnya sekitar US$29 miliar.

Saham GOTO juga masih bertahan di level Rp50 per saham sejak pertengahan Mei 2026. Level tersebut merupakan batas minimum harga saham di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan turut menjadi perhatian terhadap likuiditas perdagangan saham GOTO.

Baca Juga: 18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

Pada akhir Mei 2026, MSCI membekukan perubahan terhadap posisi GOTO dalam indeksnya. Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran rendahnya likuiditas saham GOTO dapat menyulitkan investor indeks memperdagangkan saham dalam jumlah besar.

Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan, manajemen memahami keputusan MSCI tersebut menjadi kabar kurang menyenangkan bagi sebagian pemegang saham GOTO.

“Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026). 

Meski demikian, manajemen GOTO menilai keputusan MSCI bersifat teknis, menyusul harga saham yang berada di level Rp 50 dan diikuti volume perdagangan yang rendah. Manajemen menegaskan keputusan tersebut tidak disebabkan kinerja perusahaan.

“Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GoTo yang berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan,” kata dia. 

Baca Juga: Setelah Turun Kelas Papan Pencatatan Oleh BEI, GOTO Buka Suara soal FTSE dan MSCI

Di tengah keputusan MSCI tersebut, GOTO menyoroti kinerja keuangan kuartal II 2026 yang masih mencatatkan pertumbuhan. GOTO membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.

“Kinerja kami di kuartal kedua justru mencatatkan laba bersih dua kuartal berturut-turut, dengan laba bersih mencapai Rp 252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun,” ujar Audrey. 

Selain itu, EBITDA Grup GOTO yang disesuaikan menembus Rp 1 triliun untuk pertama kalinya. Capaian tersebut membuat manajemen tetap optimistis dapat memenuhi pedoman kinerja tahunan yang telah ditetapkan.

“EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan EBITDA Grup yang disesuaikan Rp 3,2 triliun–Rp3,4 triliun,” kata Audrey. 

Sebelumnya, FTSE Russell juga mengeluarkan GOTO dari indeks globalnya atau Global Equity Index Series (GEIS) untuk kategori saham berkapitalisasi menengah pada Juni 2026.

Baca Juga: BEI Buka Suara Soal Keputusan MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia

Keputusan FTSE Russell tersebut terjadi setelah saham GOTO tercatat di papan pengembangan BEI. Papan tersebut tidak memenuhi kriteria kelayakan FTSE Russell untuk masuk dalam GEIS.

Ke depan, manajemen GOTO menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan MSCI mengingat peninjauan indeks dilakukan secara berkala. Manajemen juga akan tetap berfokus pada pengelolaan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Audrey. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×