kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

BEI Buka Suara Soal Keputusan MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia


Selasa, 21 April 2026 / 09:38 WIB
BEI Buka Suara Soal Keputusan MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia
ILUSTRASI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (KONTAN/Rashif Usman)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal keputusan  MSCI untuk mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.

Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham  Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini. Keputusan tersebut diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.

Selain itu, MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia.  MSCI menegaskan pihaknya masih mengkaji ruang lingkup, konsistensi, serta efektivitas data dan kebijakan baru yang diumumkan otoritas Indonesia.

Baca Juga: Fore Kopi (FORE) Catat Kenaikan Laba 60,47% Jadi Rp 9,43 Miliar di Kuartal I-2026

Hasil evaluasi tersebut akan diumumkan kembali pada tinjauan berikutnya di bulan Juni. Menanggapi pengumuman tersebut, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan BEI telah melakukan pertemuan dengan MSCI pada 16 April 2026.

“Kami mengapresiasi empat proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI dan kami akan terus berkomunikasi dengan index provider,” jelasnya, Selasa (21/4). 

Tak hanya itu, Jeffrey bilang BEI juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan. 

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.125 Per Dolar AS Hari Ini (21/4), Terkuat di Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×