kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gas alam melesat Lebih dari 2%


Selasa, 10 Mei 2016 / 19:07 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Cuaca dukung kenaikan harga gas alam di perdagangan hari ini. Mengutip Bloomberg, Selasa (10/5) pukul 17.50 WIB harga gas alam kontrak pengiriman Juni 2016 di New York Mercantile Exchange melambung tinggi 2,10% ke level US$ 2,14 per mmbtu dibanding hari sebelumnya.

MDA Weather Services memprediksi cuaca akan lebih dingin dari suhu normal di daerah Midwest and Northeast sepanjang 14 – 18 Mei 2016 mendatang. Suhu yang lebih dingin ini tentunya memberikan sentimen positif bagi harga karena menimbulkan dugaan naiknya permintaan untuk penghangat ruangan.

Namun memang saat ini pasar sedang menanti kenaikan permintaan dari musim panas yang sudah tiba. “Untuk Mei ini belum akan kenaikan permintaan signifikan untuk pendingin ruangan, tapi belum tau nanti di Juni, Juli dan Agustus,” kata Stephen Schork, President of Schork Group Inc, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (10/5).

Harga gas alam memang sedang dalam tarik menarik cuaca. Sebab kini cuaca di sebagian besar AS sedang melalui masa peralihan ke musim panas. Permintaan di pasar pun belum terlihat naik signifikan. Hanya saja dukungan bagi harga juga kuat datang dari naiknya harga minyak WTI.

Selama itu terus terjadi harga gas alam tetap terangkat. “Ada kans membaik ke kisaran US$ 2,40 per mmbtu di tahun 2016 ini,” duga Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×