kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Fundamental Tetap Solid, Saham ASII Dinilai Menarik Meski Penjualan Mobil Lesu


Selasa, 13 Januari 2026 / 20:19 WIB
Fundamental Tetap Solid, Saham ASII Dinilai Menarik Meski Penjualan Mobil Lesu
ILUSTRASI. Prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan masih solid pada 2026 meskipun penjualan mobil nasional melemah sepanjang tahun lalu. (Dok/ASII )


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan masih solid pada 2026 meskipun penjualan mobil nasional melemah sepanjang tahun lalu. Penjualan mobil Astra tercatat turun 15% menjadi 409.379 unit pada 2025, namun analis menilai fundamental emiten tetap terjaga.

Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menilai kinerja inti otomotif ASII memang melambat, seiring penurunan wholesales nasional 7,12% pada 2025. Namun secara keseluruhan, ASII masih memiliki fondasi fundamental yang kuat berkat diversifikasi bisnis.

“ASII secara fundamental masih cukup solid walaupun ada perlambatan di segmen bisnis inti. ASII juga punya rencana ekspansi ke energi terbarukan dan infrastruktur, sehingga ada potensi perbaikan fundamental dan penopang baru,” ujar Indy kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Diversifikasi Astra International (ASII) ke Sektor Kesehatan Dinilai Menjanjikan

Ia menyebut kenaikan pangsa pasar Astra di segmen LCGC hingga 75% pada 2025 menjadi faktor positif yang menahan tekanan di bisnis otomotif. Kenaikan ini menunjukkan produk LCGC Astra masih memiliki daya saing harga dan permintaan yang stabil, meskipun volume turun hampir 30%.

Dari sisi risiko, Indy menilai penurunan daya beli dan ketatnya persaingan harga di pasar otomotif masih menjadi tantangan utama tahun ini. Selain itu, potensi kenaikan cost of funding bisa menahan momentum pembiayaan kendaraan.

Namun, lini bisnis non-otomotif diperkirakan tetap menopang pertumbuhan ASII. Segmen alat berat, jasa keuangan, dan energi menjadi kontributor stabil, terutama seiring ekspansi perusahaan ke proyek energi terbarukan dan infrastruktur yang mulai memberikan prospek jangka menengah.

 

Dari sisi valuasi, saham ASII dinilai masih murah. Saat ini ASII diperdagangkan di kisaran Rp 7.300 dengan price to earnings ratio sekitar 9 kali.

“Valuasi ASII masih sangat menarik untuk dikoleksi, namun lebih cocok menggunakan strategi buy on weakness,” kata Indy.

Dengan kombinasi fundamental yang terdiversifikasi, valuasi rendah, serta potensi sektor non-otomotif sebagai penopang, saham ASII diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan defensif bagi investor pada 2026.

Selanjutnya: Ancaman Tarif Trump Terhadap Iran Berpotensi Panaskan Lagi Hubungan AS–China

Menarik Dibaca: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×