Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah risiko volatilitas harga minyak mentah dan gas alam dunia, kinerja fundamental PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan bakal tetap solid pada 2026.
Sebagai informasi, harga saham MEDC berada dalam tren positif lantaran dalam sebulan terakhir mampu tumbuh 14,07% ke level Rp 1.500 per saham. Namun, khusus perdagangan Selasa (13/1), harga saham MEDC terkoreksi 1,96%.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, penguatan harga saham MEDC cukup dipengaruhi oleh faktor berupa proses re-rating valuasi. Dalam hal ini, para pelaku pasar mulai melihat MEDC sebagai perusahaan energi terintegrasi, bukan hanya sekadar produsen migas yang bergantung pada harga minyak dunia.
Baca Juga: Rally Saham Konglomerat Mulai Terbatas, Investor Incar Saham Undervalued
"Koreksi hari ini masih wajar dan tren harga masih bullish selama di atas Rp 1.380 per saham," tutur dia, Senin (13/1/2026).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, saham MEDC masih memiliki prospek yang menjanjikan lantaran didukung oleh kinerja fundamental yang kuat. Performa MEDC pun tampak tidak semata bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
Ditambah lagi, MEDC memiliki aset gas alam yang melimpah serta ditopang oleh kontrak penjualan gas jangka panjang, sehingga memberikan stabilitas pendapatan, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Segmen gas relatif lebih aman bagi MEDC, mengingat risiko volatilitas harga komoditas ini tidak setinggi minyak mentah.
"Dominasi MEDC di sektor gas alam menjadi keunggulan utama bagi emiten ini," imbuh Nafan, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, Wafi menyebut, peluang bagi MEDC untuk aktif melakukan akuisisi hak partisipasi blok migas tetap terbuka pada 2026. Hal ini sejalan dengan DNA ekspansi MEDC yang mengedepankan keunggulan dalam ekspansi organik dan anorganik.
Baca Juga: Saham Valuasi Murah Jadi Incaran, Intip Pilihan Saham dari IDX Value30
Dalam berita sebelumnya, beberapa bulan lalu MEDC menuntaskan akuisisi hak partisipasi dengan Repsol E&P untuk mengakuisisi Fortuna International (Barbados), Inc yang memegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24% di PSC Corridor. Melalui aksi korporasi tersebut, kepemilikan MEDC di PSC Corridor bertambah dari 46% menjadi 70%.
Kala itu, Manajemen MEDC memperkirakan aset di PSC Corridor dapat memberikan tambahan EBITDA bagi perusahaan sekitar US$ 145 juta pada 2026 dengan asumsi harga minyak mid cycle.
Untuk ke depannya, tantangan utama bagi MEDC adalah disiplin dalam menjaga rasio utang agar beban bunga tidak menggerus laba usai ekspansi.
Wafi merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.800 per saham.
Selanjutnya: Kebijakan Wajib Beli Solar dari Pertamina Bakal Pengaruhi Pandangan Konsumen
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













