kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.898   28,00   0,16%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Fundamental sokong rupiah melanjutkan penguatan


Rabu, 30 Maret 2016 / 17:37 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Secara fundamental penguatan rupiah berpeluang besar terjadi. Namun dari sisi teknikal, pasar perlu mewaspadai pulihnya index USD.

Di pasar spot, Rabu (30/3) nilai tukar rupiah terbang 1,04% ke level Rp 13.256 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan, di kurs tengah Bank Indonesia valuasi rupiah terangkat tipis 0,02% di level Rp 13.359 per dollar AS.

Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka menilai rilis paket kebijakan ekonomi jilid 11 juga turut mendukung rupiah. Sebab, paket kebijakan yang masih berfokus pada iklim investasi di tanah air ini tentunya akan menarik investor untuk menggelontorkan dana segar ke Indonesia.

“Terlihat dari aktivitas bursa saham yang positif maka tidak heran rupiah punya kekuatan untuk terus menanjak,” jelas Tonny.

Faktor positif yang sedang membalut pergerakan rupiah ini diprediksi bisa berlanjut dalam perdagangan Kamis (31/3). Sebab, imbas dari pernyataan dovish Janet Yellen, Gubernur The Fed akan berlangsung untuk beberapa waktu ke depan.

Pidato Janet Yellen, Gubernur The Fed yang bernada negatif mengenai peluang kenaikan suku bunga lanjutan The Fed menyebabkan rontoknya posisi index USD. Pernyataan Yellen ini sekaligus mementahkan optimisme yang dilayangkan para pejabat The Fed sebelumnya mengenai kans kenaikan suku bunga yang terbuka lebar di April 2016 mendatang.

"Waspada teknikal saja karena USD sudah melemah beberapa hari, bisa ada bargain hunting sehingga posisi USD pulih dan mengganjal rupiah," duga Tonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×