Reporter: Avanty Nurdiana, Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten pelat merah melejit. Kenaikan harga saham tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto memamerkan kinerja perusahaan pelat merah yang disebutnya semakin membaik setelah dilakukan pembenahan besar-besaran.
Prabowo mengklaim keuntungan bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp 326 triliun pada 2025, atau naik 75,3% dibandingkan 2024. Ada tiga saham disebut-sebut oleh Prabowo saat Sidang MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI. Diantaranya adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Timah Tbk (TINS).
Pada penutupan pasar Jumat (14/8/2026), ketiga saham tersebut kompak menguat. Saham TINS naik 4,57% di Rp 3.890 per saham. Namun dalam lima hari saham TINS telah turun 0,26%.
Saham GIAA juga naik 5,56% di Rp 76 per saham sementara itu dalam lima hari saham GIAA naik 40,74%. Saham SMGR juga naik 4,64% di Rp 1.580 per saham. Tapi dalam lima hari saham SMGR justru masih melemah 2,47%.
Baca Juga: Niramas Utama (JELI) Perkuat Efisiensi Operasional dengan PLTS di Pabrik Pandaan
Secara valuasi saham SMGR dan TINS dinilai analis dalam konsensus Bloomberg masih murah.
Saham TINS menurut mayoritas analis dalam konsensus Bloomberg direkomendasikan buy dengan target harga 12 bulan ke depan di Rp 4.846,67 per saham. Rekomendasi tersebut berasal dari 14 analis yang mengkaver saham TINS. Terbaru ada riset dari analis BCA Sekuritas, Hernanda Cahyo yang memasang target TINS di Rp 5.500 per saham.
Saham SMGR menurut konsensus 23 analis di Bloomberg juga mayoritas masih merekomendasikan untuk buy. Adapun analis yang rekomendasi buy sebanyak 11 analis, 8 hold dan 4 sell. Adapun target harga saham SMGR rata-rata dipasang di Rp 2.370,86 per saham. Terbaru ada riset dari Ciptadana Sekuritas yang menyarankan buy dengan target harga di Rp 1.900 per saham.
Sementara saham GIAA hanya dua analis yang mengkaver di Bloomberg. Riset terbaru saham GIAA pada 10 Maret 2026 oleh Samuel Sekuritas Indonesia yang memasang target harga di Rp 130 per saham
Dalam pidato kenegaraan, Prabowo mengatakan perbaikan kinerja BUMN dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah membenahi laporan keuangan perusahaan negara. Menurutnya, pemerintah tidak ingin lagi memberikan toleransi terhadap laporan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Transaksi Kripto Tembus Rp 28,58 Triliun, Bittime Ungkap Prospek Semester II-2026
“Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp 326 triliun. Naik 75,3% dari 2024,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menyebut laba bersih PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) meningkat 408,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400 persen!” tegas Prabowo.
Selain Semen Indonesia, Prabowo juga mencatat emiten lain seperti PT Timah Tbk. Dalam enam bulan pertama 2026, perusahaan tambang timah tersebut disebut telah mencatat keuntungan Rp 2,7 triliun.
Menurut Prabowo, angka tersebut sekitar sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau meningkat sekitar 900%.
“Dalam enam bulan 2026 PT Timah telah capai keuntungan Rp 2,7 triliun, atau sembilan kali lebih tinggi dibanding periode yang sama dari tahun yang lalu. Artinya 900% dalam enam bulan,” kata Prabowo.
Kinerja PT Timah juga disebut tercermin dari kenaikan valuasi perusahaan. Prabowo mengatakan valuasi PT Timah pada Agustus 2026 telah meningkat 280% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Karena PT Timah adalah Tbk, valuasinya sekarang naik 280% di bulan Agustus 2026 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.
Tak hanya perusahaan tambang dan industri, Prabowo turut menyoroti pembenahan PT Garuda Indonesia Tbk. Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan reaktivasi terhadap pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya grounded. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat berhasil diaktifkan kembali sehingga total pesawat yang beroperasi menjadi 140 unit.
Baca Juga: Prabowo Dorong Demutualisasi BEI, Ini Jadi Jalan Menuju Standar Dunia
“Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki, kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded,” kata Prabowo.
Ia mengatakan Garuda Indonesia kini memiliki peluang untuk kembali mencatatkan keuntungan. Prabowo berharap maskapai tersebut sudah mulai mencetak laba pada awal 2027.
“Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pembenahan BUMN harus dilakukan berdasarkan data dan laporan keuangan yang akurat. Ia tidak ingin perusahaan negara menggunakan angka yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
