kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Fast Food (FAST) Raih Kenaikan Penjualan 16,1% pada Semester I-2026, Rugi Menyusut


Senin, 17 Agustus 2026 / 19:02 WIB
Fast Food (FAST) Raih Kenaikan Penjualan 16,1% pada Semester I-2026, Rugi Menyusut
ILUSTRASI. Fast Food Indonesia (FAST) Tutup Gerai dan PHK Karyawan KFC (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang waralaba KFC dan Taco Bell di Indonesia, membukukan perbaikan kinerja keuangan yang cukup signifikan pada semester pertama 2026. 

Mengutip keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip KONTAN pada Senin (17/8), meski masih mencatatkan kerugian, FAST berhasil menekan besaran rugi secara tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang solid.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun, naik 16,1% dibandingkan Rp 2,40 triliun pada semester I 2025. 

Baca Juga: Bursa Mineral & Komoditas Strategis Bakal Meluncur, Cek Dampaknya ke Emiten Komoditas

Secara rinci, penjualan dari makanan dan minuman mencapai Rp 2,78 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi Rp 6,35 miliar dan jasa layanan antar Rp 2,41 miliar. Total keseluruhan segmen penjualan tersebut dikurangi potongan penjualan Rp 7,8 miliar menghasilkan total pendapatan Rp 2,78 triliun.

Namun, pertumbuhan pendapatan ini diiringi oleh kenaikan beban pokok penjualan yang lebih agresif, yakni 28,2% menjadi Rp 1,23 triliun dari sebelumnya Rp 961,4 miliar. Dengan begitu, laba bruto hanya tumbuh 8% menjadi Rp 1,56 triliun, lebih rendah dari laju pertumbuhan pendapatan, sehingga margin laba bruto perseroan mengalami penyusutan.

Di sisi beban operasional, FAST menunjukkan disiplin biaya yang lebih baik. Beban penjualan dan distribusi, naik tipis 1,5% menjadi Rp 1,32 triliun. Beban umum dan administrasi justru turun signifikan 19,6% menjadi Rp 281,3 miliar dari Rp 349,8 miliar, mencerminkan upaya efisiensi di lini overhead perusahaan.

Meski demikian, beban operasi lain melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 41,9 miliar, sementara penghasilan operasi lain justru menyusut 35,3% menjadi Rp 57,6 miliar dari Rp 89,1 miliar tahun sebelumnya.

Deretan beban operasional tersebut membuat rugi usaha (operating loss) FAST menyempit signifikan sebesar 77,4%, dari Rp 143,2 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp 32,4 miliar pada semester I 2026.

Kemudian, beban keuangan perseroan naik 8,4% menjadi Rp 48,6 miliar, mencerminkan kenaikan biaya pendanaan. Di sisi lain, bagian atas laba entitas asosiasi memberikan kontribusi positif sebesar Rp 3,2 miliar, naik dari Rp1,8 miliar pada periode sebelumnya.

Secara keseluruhan, rugi sebelum pajak penghasilan menyempit menjadi Rp 77,0 miliar dari Rp 185,4 miliar. Dengan tambahan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 15,8 miliar, rugi periode berjalan tercatat sebesar Rp 61,1 miliar, dibandingkan rugi Rp 142,3 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, tercatat Rp56,7 miliar, jauh membaik dibandingkan Rp138,8 miliar pada periode sebelumnya. 

Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp 5,16 triliun per Juni 2026, naik dari Rp 4,94 triliun per akhir Desember 2025. Total liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat Rp 4,75 triliun dan Rp 408 miliar

Adapun perusahaan mencatatkan saldo kas dan setara kas akhir periode Rp 147,02 miliar per Juni 2026, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 120,76 miliar.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Brent Melonjak 1% di Tengah Kebuntuan Perang Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×