kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Indo Tambangraya (ITMG) Raih Kinerja Positif Semester I-2026,Cek Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 12 Agustus 2026 / 17:02 WIB
Indo Tambangraya (ITMG) Raih Kinerja Positif Semester I-2026,Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan kinerja keuangan (DOK/ITMG)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen batubara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I-2026. Capaian ini berpotensi berlanjut pada paruh kedua 2026 seiring adanya sejumlah sentimen positif di pasar batubara.

ITMG mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1 miliar pada semester I-2026 atau tumbuh 9% yoy dibandingkan semester I-2025. Kenaikan pendapatan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan sebesar 5% dan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 4% secara year on year (yoy)

"Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan harga acuan batubara yang menguat," tulis Manajemen ITMG dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026).

Selain itu, ITMG melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 106 juta pada semester I-2026 atau naik 16% yoy dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi operasional, total volume produksi batubara ITMG pada semester I-2026 mencapai 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dari 10,4 juta ton yang diraih pada semester I-2025.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Meningkat di Semester I-2026

Sementara itu, total volume penjualan batubara ITMG meningkat 5,12% yoy menjadi 12,3 juta ton pada semester I-2026, dari 11,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan secara tahunan menunjukkan adanya ekspansi margin oleh ITMG.

Kinerja positf ini dipengarungi oleh dua faktor kombinasi, yakni harga batubara acuan yang menanjak pada paruh pertama tahun ini serta ITMG yang diberkahi keunggulan berupa kualitas batubara kalori tinggi dan rendah sulfur sehingga emiten ini bisa menjualnya dengan harga premium.

"Ekspansi margin yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan mengindikasikan adanya peran disiplin pengendalian biaya," ujar dia, Selasa (11/8).

Secara umum, prospek kinerja ITMG pada semester II-2026 cukup positif. Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada bulan Juli 2026 bakal berperan penting, karena dapat membuka peluang bertambahnya volume produksi batubara yang sempat tertahan. Hal ini dapat menjadi katalis signifikan bagi ITMG daripada sekadar sentimen keberlanjutan harga batubara di level tinggi.

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, di atas kertas peluang peningkatan kinerja ITMG pada semester II-2026 cukup terbuka. Namun, bukan berarti kinerja ITMG akan persis mengulang pertumbuhan yang terjadi pada semester I-2025, karena adanya perbedaan basis perbandingan, dinamika harga batubara, hingga kelanjutan revisi RKAB.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Simak Rekomendasi Saham ITMG

Skenario bullish dapat terjadi pada ITMG jika harga batubara bertahan di level tinggi, kuota RKAB lebih longgar, volume penjualan tetap terjaga, dan biaya produksi terkendali. Sebaliknya, skenario bearish dapat muncul jika harga batubara terkoreksi tajam, kuota RKAB terbatas, dan biaya penambangan dan logistik melonjak.

"Kalau kepastian kuota produksi membaik atau ada relaksasi, pasar berpotensi melakukan earnings upgrade," imbuh dia.

Nafan pun memandang, saham ITMG masih menarik lantaran memiliki neraca yang kuat, fleksibilitas perdagangan, dan eksposur terhadap harga batubara yang saat ini relatif mendukung.

Walau begitu, investor sebaiknya tidak hanya melihat kenaikan harga batubara. Aspek lain seperti volume penjualan, ASP, biaya pengeluaran, dan kepastian RKAB juga patut menjadi indikator utama untuk menilai keberlanjutan pertumbuhan laba ITMG.

Lantas, Nafan merekomendasikan add saham ITMG dengan target harga di level Rp 26.700 per saham.

Di lain pihak, Wafi mengungkapkan, ITMG perlu memaksimalkan kebijakan revisi RKAB untuk meningkatkan volume produksi secepat mungkin selama harga batubara masih dalam tren meningkat. ITMG juga perlu mempertahankan posisinya di pasar batubara kualitas premium ketimbang memaksakan diri ikut bersaing di segmen batubara kalori rendah.

Wafi pun menilai saham ITMG cukup menarik sebagai saham pembagi dividen dengan eksposur keunggulan kualitas batubara di tengah tingginya harga komoditas tersebut.

Baca Juga: Kinerja Indo Tambangraya (ITMG) Tahun 2026 Diprediksi Lesu, Ini Tiga Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×