kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Euro masih pertahankan keunggulan atas yen


Senin, 20 Februari 2017 / 16:33 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mengempisnya surplus neraca perdagangan Jepang Januari 2017 jadi katalis yang menguntungkan pergerakan EUR/JPY di perdagangan hari ini. Apalagi di satu sisi, sajian data ekonomi Eropa cukup memuaskan pasar.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/2) pukul 15.20 WIB pasangan EUR/JPY terangkat 0,21% ke level 120,06 dibanding hari sebelumnya.

Anthonius Edyson, Research and Analyst PT Astronacci International menjelaskan laporan sajian data ekonomi Jepang memang cukup mengecewakan pasar. Dirilis neraca perdagangan Jepang Januari 2017 hanya mencatatkan surplus sebesar 155,45 miliar yen atau turun dibanding Desember 2016 yang mencapai 327,54 miliar yen.

“Hanya saja penguatan EUR/JPY masih terbatas mengingat dari sisi ekspor Jepang masih mencatatkan kenaikan dan ini menimbulkan harapan bagi ekonomi Jepang ke depannya,” tutur Anthonius.

Memang disampaikan ekspor Jepang Januari 2017 naik dari 6,15 triliun yen menjadi 6,20 triliun yen dan dengan laporan ini pasar masih memandang optimis akan perkembangan ekonomi Jepang.

Sementara dari sisi Eropa dilaporkan harga barang yang dijual oleh manufaktur di Januari 2017 tumbuh dari 0,4% menjadi 0,7%. Faktor data ini cukup memberikan tambahan tenaga bagi Eropa. “Walau tidak terlalu signifikan, hanya saja pelemahan yen yang lebih dalam menguntungkan euro,” jelas Anthonius.

Ia menduga jika rilis data manufaktur dan jasa Eropa mengecewakan pasar bukan tidak mungkin EUR/JPY balik melemah. “Tapi bukan berarti kans penguatan EUR/JPY tidak bisa berlanjut dalam rentang terbatas,” duga Anthonius.

Ini bisa saja terjadi jika data aktivitas industri dan manufaktur Jepang mencatatkan penurunan seperti dugaan pasar. Hal tersebut akan semakin menyudutkan yen. Apabila nantinya disandingkan terlihat untuk jangka pendek ekonomi Jepang lebih negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×