kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.400   56,04   0,88%
  • KOMPAS100 844   11,24   1,35%
  • LQ45 640   9,16   1,45%
  • ISSI 221   2,06   0,94%
  • IDX30 359   4,83   1,36%
  • IDXHIDIV20 438   4,42   1,02%
  • IDX80 96   1,33   1,40%
  • IDXV30 120   0,90   0,75%
  • IDXQ30 114   1,34   1,19%

Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar sejak Januari 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 14:11 WIB
Diperbarui Jumat, 07 Agustus 2026 / 14:12 WIB
Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar sejak Januari 2026
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga emas dunia melesat lebih dari 1% pada Jumat (7/8/2026) dan berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.

Penguatan logam mulia ini didorong meredanya kekhawatiran inflasi seiring penurunan harga minyak, sementara pelaku pasar menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot naik 1,1% ke level US$ 4.285,89 per ons troi pada pukul 06.35 GMT, setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan.

Secara mingguan, harga emas telah melonjak sekitar 6%, menjadi kenaikan terbesar sejak Januari. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga menguat 1,1% ke US$ 4.344,90 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di Level Tertingi dalam 7 Pekan, Cermati Pemicunya

Analis Senior StoneX Matt Simpson mengatakan, prospek meredanya konflik di Timur Tengah ikut menekan ekspektasi inflasi sehingga menjadi katalis bagi penguatan harga emas setelah bergerak terbatas di atas level US$ 4.000 dalam beberapa pekan terakhir.

"Terlepas dari bagaimana hasil data nonfarm payrolls nanti, level US$ 4.000 telah terbukti menjadi area dukungan yang kuat dan harga emas masih berpeluang melanjutkan reli menuju US$ 4.600," ujar Simpson.

Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran diyakini akan segera berakhir. Optimisme tersebut mendorong harga minyak mentah bergerak menuju penurunan mingguan.

Pelemahan harga energi mengurangi tekanan inflasi sekaligus meredakan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.

Kondisi ini cenderung menguntungkan emas karena biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih rendah.

Fokus investor kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls (NFP) AS untuk Juli yang dijadwalkan dirilis pada Jumat.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Usai Minyak Anjlok, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 55%.

Lembaga perdagangan Marex menilai prospek emas memasuki Agustus menjadi lebih positif dengan potensi pergerakan harga dalam rentang yang lebih lebar. Menurut Marex, tren kenaikan masih terbuka seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot melonjak 3,3% menjadi US$ 63,48 per ons troi, platinum naik 1,5% ke US$ 1.755,90 per ons troi, sedangkan paladium bertambah 0,3% menjadi US$ 1.374,30 per ons troi. Ketiga logam tersebut juga berada di jalur mencatat kenaikan sepanjang pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×