kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.894   149,08   2,60%
  • KOMPAS100 766   21,82   2,93%
  • LQ45 582   16,01   2,83%
  • ISSI 204   4,77   2,39%
  • IDX30 329   8,48   2,65%
  • IDXHIDIV20 404   9,65   2,45%
  • IDX80 87   2,41   2,85%
  • IDXV30 110   2,35   2,18%
  • IDXQ30 106   2,60   2,52%

Ditekan sentimen Covid-19, GIAA diprediksi butuh waktu recovery hingga 2 tahun


Selasa, 18 Agustus 2020 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia. Ditekan sentimen Covid-19, GIAA diprediksi butuh waktu recovery hingga 2 tahun. REUTERS/Darren Whiteside/File Photo


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Untuk itu, Fahressi belum melihat titik terang dari prospek saham GIAA ke depan, terutama dari sisi fundamental. Meskipun sentimen Covid-19 bisa mereda dalam waktu dekat, namun belum bisa menjamin angka wisatawan akan melonjak drastis di waktu singkat, lantaran tingginya kekhawatiran akan faktor kesehatan.

"Walaupun Garuda Indonesia punya segmen penumpang kelas menengah, namun kondisi ekonomi saat ini membuat orang-orang masih concern akan risikonya," tandasnya. 

Baca Juga: Tertekan pandemi, begini cara emiten kosmetik mempercantik kinerja di semester II

Fahressi cenderung merekomendasikan sell untuk saham GIAA dengan target harga yang diperkirakan masih negatif. Mengutip Bloomberg, pada 2 Juli 2020 lalu, dia menargetkan harga GIAA berada di kisaran Rp 170 per saham.

Pada perdagangan Selasa (18/8) saham GIAA ditutup menguat 2,4% di level Rp 256 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×