Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca merger, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menunjukkan kinerja operasional yang solid. Walaupun masih mencatatkan rugi, tetapi pendapatan EXCL masih mampu tumbuh double digit.
Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, EXCL meraup pendapatan sebesar Rp 11,81 triliun. Ini tumbuh 37,42% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 8,60 triliun per 31 Maret 2025.
Rinciannya, pendapatan dari jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi menyumbang Rp 11,70 triliun. Lalu, segmen managed service dan jasa teknologi informasi mencapai Rp 118,96 miliar.
Meski pendapatan naik tajam, EXCL membukukan rugi bersih Rp 716,27 miliar pada kuartal I-2026. Padahal pada kuartal I-2025, EXCL masih mencetak laba Rp 388,23 miliar.
Baca Juga: Yield US Treasury Naik, Begini Prospek Obligasi Pemerintah
Hal tersebut disebabkan oleh melonjaknya beban yang ditanggung EXCL hingga Rp 11,71 triliun di kuartal I-2026. Ini melesat 61,72% secara tahunan dari Rp 7,24 triliun di periode yang sama pada 2025.
Adapun EBITDA yang di normalisasi EXCL tercatat sebesar Rp 5,43 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 46%. Sementara laba bersih yang di normalisasi mencapai Rp 1,37 triliun atau tumbuh 254% YoY.
Presiden Direktur & CEO XLSmart Rajeev Sethi menjelaskan percepatan konsolidasi jaringan menjadi salah satu fokus utama XLSmart dalam memperkuat kualitas layanan nasional.
Hingga kuartal I-2026, sekitar 40,3 ribu site telah berhasil diintegrasikan ke jaringan XLSMART disertai penambahan sekitar 4,9 ribu site baru untuk memperluas cakupan dan meningkatkan kapasitas layanan data.
“Kami juga telah menyelesaikan sekitar 77% target tower dismantling sebagai bagian dari realisasi sinergi dan efisiensi operasional pasca merger,” jelas Rajeev belum lama ini.
Per kuartal I-2026, EXCL telah menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,45 triliun. Ini melonjak sekitar 78% secara tahunan dari Rp 1,25 triliun.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Catat Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I, Cek Rekomendasi Sahamnya
Rajeev menjelaskan capex pada kuartal pertama 2026 tetap difokuskan untuk mendukung penguatan jaringan, ekspansi layanan 5G, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menjelaskan kinerja EXCL pasca merger tergolong cukup solid dan secara umum masih sejalan dengan ekspektasi pasar.
“Sinergi merger mulai terlihat dari efisiensi operasional, peningkatan basis pelanggan, dan potensi penguatan EBITDA,” ucapnya kepada Kontan kemarin.
Sukarno memproyeksikan, positif ini berpeluang berlanjut hingga akhir 2026 didukung optimalisasi jaringan, efisiensi capex, serta potensi kenaikan ARPU di tengah konsumsi data yang terus tumbuh.
Sementara itu, Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan mempertahankan rekomendasi beli EXCL dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp 3.700.
Hal tersebut seiring kenaikan proyeksi EBITDA sebesar 3,1%–4,4% tahun buku 2026 sampai dengan 2027. Kafi dan Erindra bilang target harga itu merefleksikan valuasi EV/EBITDA 2026 sebesar 5,4 kali dan 5,2 kali di 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













