kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

IHSG Ditutup Melemah 1,85% di Perdagangan Senin (18/5), Bos BEI Bilang Begini


Senin, 18 Mei 2026 / 16:40 WIB
IHSG Ditutup Melemah 1,85% di Perdagangan Senin (18/5), Bos BEI Bilang Begini
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85% ke 6.599,24 pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026).


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85% ke 6.599,24 pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026).

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saham hari ini disebabkan oleh ketidakpastian di pasar yang masih cukup tinggi.

Selain itu, pasar saham Indonesia sempat libur pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026) pekan lalu, sementara selama periode tersebut bursa saham Asia mengalami koreksi. 

Jeffrey bilang jika diakumulasikan, koreksi yang terjadi di pasar Asia selama dua hari libur tersebut tercermin pada pergerakan IHSG hari ini, ditambah tekanan lanjutan dari koreksi global.

Baca Juga: IHSG Melorot 1,85% ke 6.599 pada Senin (18/5), CUAN, HRTA, ANTM Jadi Top Losers LQ45

"Jadi saya rasa masih sejalan dengan global market, tapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tidak bosan kami ingatkan investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, analisis secara cermat dan atur strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis dan ketidakpastian masih cukup tinggi," kata Jeffrey di gedung BEI, Senin (18/5/2026).

Terkait arus keluar dana investor asing dari pasar saham, Jeffrey mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar investor asing tetap tertarik menanamkan modal dan berpartisipasi dalam jangka panjang di pasar domestik.

Selain itu, penguatan pasar modal Indonesia juga didukung oleh pertumbuhan investor ritel. Hingga Rabu pekan lalu, jumlah investor pasar modal tercatat telah menembus 27 juta investor. Ke depan, partisipasi investor institusi domestik juga diharapkan semakin meningkat.

"Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam. Itu yang kita harapkan. Jadi apa yang kita lakukan sekarang upaya-upaya yang dengan sangat serius kita lakukan sekarang ialah untuk upaya perbaikan jangka panjang dari pasar kita," tambahnya.

Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Pasar Soroti Konflik Geopolitik dan Pernyataan Prabowo

Sebagai informasi, hingga akhir perdagangan Senin (18/5/2026), sebanyak 125 saham naik, 616 saham turun dan 79 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah, mengikuti pelemahan IHSG.

Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor transportasi yang turun 6,20%, sektor barang baku turun 5,17% dan sektor perindustrian yang turun 3,24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×