kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.150   -24,00   -0,13%
  • IDX 4.863   -40,98   -0,84%
  • KOMPAS100 624   -5,65   -0,90%
  • LQ45 497   -0,64   -0,13%
  • ISSI 162   -2,19   -1,34%
  • IDX30 280   0,21   0,07%
  • IDXHIDIV20 379   0,83   0,22%
  • IDX80 72   -0,57   -0,79%
  • IDXV30 105   -0,47   -0,45%
  • IDXQ30 94   0,44   0,46%

Demokrat Kuasai DPR AS, Investor Waspadai Regulasi AI dan Risiko Fiskal


Rabu, 04 November 2026 / 10:26 WIB
Demokrat Kuasai DPR AS, Investor Waspadai Regulasi AI dan Risiko Fiskal
ILUSTRASI. Pemilu AS (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kemenangan Partai Demokrat merebut kendali DPR Amerika Serikat (AS) dalam pemilu paruh waktu (midterm election) memunculkan kekhawatiran investor terhadap prospek regulasi industri teknologi dan kondisi fiskal negara tersebut.

Decision Desk HQ memproyeksikan Demokrat memenangkan mayoritas kursi House of Representatives (DPR AS) dalam pemilu Selasa (3/11). Sementara itu, perebutan kendali Senat masih berlangsung ketat.

Perubahan peta kekuasaan ini berpotensi memperbesar pengawasan terhadap perusahaan teknologi, terutama industri kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data.

Baca Juga: Partai Demokrat Siapkan Penyelidikan Terhadap Trump Jika Rebut Mayoritas DPR AS

Pasalnya, investasi infrastruktur AI selama ini menjadi salah satu penopang pasar saham AS.

Kemenangan Demokrat juga membuka peluang penyelidikan lebih ketat terhadap perusahaan teknologi, meski kemungkinan lahirnya regulasi yang secara signifikan menghambat pembangunan pusat data dinilai masih terbatas.

Kepala Strategi Pasar di Ameriprise, Anthony Saglimbene, menilai kemenangan besar Demokrat di DPR dan Senat dapat menekan saham teknologi.

"Hal itu dapat memberikan tekanan terhadap perdagangan saham teknologi," ujarnya.

Selain regulasi, investor juga mencermati risiko kebuntuan pembahasan anggaran. Perbedaan kepentingan antara Kongres yang dikuasai Demokrat dan pemerintahan Presiden Donald Trump berpotensi menghambat negosiasi anggaran serta memperumit prospek fiskal AS.

Pendiri F/m Investments, Alex Morris, mengatakan perhatian investor terhadap persoalan fiskal kemungkinan meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga: DPR AS Setujui Resolusi Batasi Trump Lanjutkan Perang Iran

Meski demikian, kemenangan Demokrat tidak serta-merta membatasi seluruh ruang gerak Trump. Presiden masih memiliki kewenangan untuk memengaruhi pasar melalui kebijakan perdagangan, tarif, politik luar negeri, dan regulasi pemerintah.

Kepala Strategi Pasar Asia Pasifik J.P. Morgan Asset Management, Tai Hui, mengatakan Demokrat belum memiliki mayoritas dua pertiga suara untuk membatalkan veto presiden. Karena itu, Trump masih memiliki ruang mempertahankan sejumlah kebijakannya.

Ketidakpastian politik turut menekan pasar keuangan. Kontrak berjangka S&P 500 turun 1,1%, sedangkan Nasdaq melemah 2% pada Selasa malam. Indeks dolar AS juga turun 0,4% ke level 101,30, terendah dalam sebulan.

Namun, Kepala Strategi Investasi State Street Global Advisors, Michael Arone, menilai reaksi berlebihan investor justru menjadi risiko tersendiri.

Baca Juga: Pasar Tertekan, Investor Reksadana Perlu Kelola Risiko Secara Disiplin

"Risiko pasar bukan semata-mata gelombang kemenangan Demokrat, melainkan reaksi investor yang berlebihan terhadap hasil tersebut," ujarnya.

Secara historis, pasar saham AS cenderung menguat setelah pemilu paruh waktu. Deutsche Bank mencatat, S&P 500 selalu naik dalam 12 bulan setelah pemilu paruh waktu sejak 1946, dengan rata-rata kenaikan 14,4% dalam 20 periode pengamatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×