kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.081   46,00   0,26%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Cermati Rekomendasi Saham Emiten yang Terdepak dari Kompas100


Selasa, 28 Juli 2026 / 07:37 WIB
Cermati Rekomendasi Saham Emiten yang Terdepak dari Kompas100
ILUSTRASI. ?BEI merombak konstituen indeks Kompas100 pada evaluasi mayor yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026 dengan 9 saham keluar  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak konstituen indeks Kompas100 pada evaluasi mayor yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026. Sebanyak sembilan saham keluar dan digantikan sembilan emiten baru. 

Saham yang keluar dari Kompas100 meliputi BREN, BTPS, DSSA, FILM, HMSP, INTP, MTEL, SIDO dan TCPI. Posisi kesembilan saham tersebut digantikan BFIN, BIPI, BNBR, COIN, EMAS, GGRM, LSIP, MINA dan RMKE

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, saham yang keluar dari Kompas100 berpotensi mengalami tekanan jual jangka pendek akibat penyesuaian portofolio reksadana indeks maupun manajer investasi.

"Dengan keluarnya suatu saham dari indeks, bobot saham tersebut dalam portofolio benchmark menjadi nol sehingga berpotensi memicu passive outflow," jelasnya kepada Kontan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: COIN, EMAS Hingga GGRM Masuk, Cek Daftar Terbaru Hasil Rebalancing Indeks Kompas100

Menurut Nafan, potensi arus keluar dana dari Kompas100 relatif tidak sebesar rebalancing indeks MSCI maupun FTSE Russell karena dana kelolaan yang mengikuti Kompas100 masih lebih terbatas.

"Dampaknya terhadap harga saham cenderung bersifat terbatas dan lebih banyak terjadi di sekitar tanggal efektif rebalancing," kata Nafan.

Dia menambahkan perubahan komposisi Kompas100 lebih banyak dipengaruhi evaluasi likuiditas dan kapitalisasi pasar sehingga tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental emiten yang dikeluarkan dari indeks.

Nafan menyebut, saham BREN, DSSA, MTEL, SIDO, HMSP, dan INTP masih memiliki fundamental yang kuat sehingga tekanan akibat passive outflow berpotensi hanya berlangsung sementara.

"Jika fundamental perusahaan tetap solid, tekanan akibat passive outflow pasca rebalancing sering kali hanya bersifat sementara dan dapat membuka peluang akumulasi," tuturnya.

Di sisi lain, kata Nafan, saham yang masuk ke Kompas100 berpotensi memperoleh passive inflow karena mulai masuk ke portofolio investor yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi.

 

"Status sebagai konstituen Kompas100 juga dapat meningkatkan visibilitas emiten di mata investor institusi sekaligus memperbaiki likuiditas perdagangan saham," ucapnya.

Dari saham-saham yang masuk dalam indeks Kompas100, Nafan menjagokan saham GGRM. Dia merekomendasikan add pada saham GGRM dengan target harga Rp 18.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×