kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten Bahan Baku


Senin, 17 Agustus 2026 / 21:02 WIB
Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten Bahan Baku
ILUSTRASI. Para analis memberikan rekomendasi saham dan prospek emiten bahan baku yang tampil cemerlang di beberapa saat terakhir (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham sektor bahan baku atau IDX Basic Materials menunjukkan kinerja yang cukup optimal dalam beberapa waktu terakhir sekalipun kondisi pasar masih rawan terhadap risiko volatilitas.

Berdasarkan data Google Finance, dalam sebulan terakhir IDX Basic Materials mampu tumbuh 9,39% ke level 1.743,83 hingga Jumat (14/8/2026).

IDX Basic Materials menjadi indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kinerja terbaik kedua setelah IDX Energy yang tumbuh 9,89% di periode yang sama.

Kinerja indeks saham bahan baku juga melampaui capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 3,67% selama sebulan terakhir.

Baca Juga: Saham Intermedia (MDIA) Melejit 318% Akhirnya Disuspensi BEI, Manajemen Buka Suara

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, ada beberapa katalis utama yang membuat kinerja indeks bahan baku melesat. Sebelum reli terbaru, indeks ini sebenarnya mengalami tekanan besar sejak awal tahun. Bahkan, pada pertengahan Juli lalu kinerja indeks tersebut turun hampir 25% year to date (ytd).

"Artinya, kenaikan akhir-akhir ini juga mencerminkan technical rebound dari level yang relatif rendah," ujar dia, Jumat (14/8).

Selain itu, melesatnya kinerja IDX Basic Materials juga dipengaruhi oleh efek kenaikan harga emas yang menguntungkan saham-saham seperti ANTM, BRMS, MDKA, ARCI, PSAB, dan EMAS.

Seperti yang diketahui, harga emas kembali bergerak menuju kisaran level US$ 4.400 per ons troi pada Agustus 2026 yang didukung oleh ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish, pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga, pembelian oleh bank sentral, serta ketidakpastian geopolitik.

Faktor lainnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan global dan domestik, sehingga berpotensi memangkas kebutuhan cost of fund emiten-emiten tambang dan industri pengolahan bahan baku.

Tak hanya itu, tren positif kinerja indeks saham bahan baku juga dipengaruhi oleh rotasi investor ke sektor terkait komoditas. Setelah sebelumnya terjadi tekanan besar akibat isu MSCI, pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga acuan, dan kelebihan pasokan nikel, sekarang investor mulai melakukan pembelian di level bawah terhadap saham yang punya katalis fundamental lebih jelas.

Baca Juga: Fast Food (FAST) Raih Kenaikan Penjualan 16,1% pada Semester I-2026, Rugi Menyusut

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menambahkan, beberapa saham yang ada di indeks bahan baku masih menawarkan valuasi yang wajar dengan jaminan fundamental yang jelas, contohnya ANTM dan MDKA. Namun, investor perlu hati-hati terhadap kondisi valuasi saham-saham Grup Barito.

Pada sisa semester II-2026, lanjut Wafi, saham-saham di indeks sektor bahan baku tetap prospektif namun dengan tingkat selektivitas tinggi. Dengan kata lain, tidak semua saham-saham di sektor tersebut layak menjadi pertimbangan dalam investasi.

Sentimen positif datang dari berlanjutnya kenaikan harga emas, narasi hilirisasi, dan momentum pemulihan pasca isu MSCI.

Sebaliknya, sentimen negatif dapat muncul dari perlambatan kinerja subsektor nikel akibat ketidakpastian revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan ekspansi Kawasan Industri Weda Bay di tengah risiko oversupply komoditas tersebut.

Dari sekian saham penghuni sektor bahan baku, Wafi menyebut ANTM paling menarik dengan keunggulan diversifikasi komoditas yang mampu memberi efek berupa bantalan pendapatan. Selain itu, ada saham MDKA yang diuntungkan oleh peningkatan kapasitas Tambang Emas Pani yang mampu mengkompensasi tekanan di sektor nikel.

"TPIA juga menarik lewat katalis konkret seperti bea masuk LPG 0% dan keterlibatan di proyek Waste to Energy (WtE), namun perlu waspada apakah rally sudah price in semua," imbuh dia, Jumat (14/8/2026).

Wafi menyebut saham ANTM dan MDKA dapat dipertimbangkan oleh investor dengan target harga masing-masing di level Rp 5.000 per saham dan Rp 3.000 per saham.

 


Sementara menurut Nafan, ANTM dapat menjadi salah satu pilihan saham yang menarik dari IDX Basic Materials karena memiliki eksposur emas dan nikel, sehingga tidak menimbulkan ketergantungan terhadap satu komoditas. Ia merekomendasikan add saham ANTM dengan target harga di level Rp 3.370 per saham.

Di samping itu, dia juga merekomendasikan add saham BRMS yang juga memiliki leverage terhadap kenaikan harga emas, ditambah katalis pertumbuhan laba berkat ekspansi produksi.

Di luar itu, ada saham MDKA, AMMN, dan TPIA yang turut direkomendasikan add dengan target harga masing-masing di level Rp 3.440 per saham, Rp 5.150 per saham, dan Rp 2.940 per saham.

Baca Juga: Bursa Mineral & Komoditas Strategis Bakal Meluncur, Cek Dampaknya ke Emiten Komoditas

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty menimpali, ANTM, BRMS, dan MDKA dapat menjadi pilihan saham yang menjanjikan dari indeks sektor bahan baku. ANTM dinilai paling menarik dari sisi fundamental lantaran memiliki eksposur emas dan nikel yang disertai pertumbuhan laba kuat.

"BRMS menarik untuk investor agresif karena prospek peningkatan produksi emas, sedangkan MDKA menawarkan eksposur emas dan tembaga," jelas dia, Jumat (14/8).

Dari situ, dia menyebut saham ANTM dan MDKA dapat dicermati investor dengan target harga masing-masing di level Rp 4.570 per saham dan Rp 3.950 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×