Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bybit Indonesia optimistis prospek industri aset kripto di Tanah Air masih terbuka lebar. Setelah merampungkan akuisisi Nobi Exchange dan resmi beroperasi di Indonesia, perusahaan membidik posisi sebagai salah satu pemain utama di pasar kripto domestik dalam dua tahun ke depan.
Chief Executive Officer (CEO) Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan, target jangka pendek perusahaan bukan menjadi pemimpin pasar dalam waktu singkat, melainkan membangun basis pengguna melalui peningkatan layanan, edukasi, serta menghadirkan teknologi yang telah diterapkan Bybit secara global.
"Kalau tahun depan, kami berharap bisa masuk enam besar, bahkan kalau memungkinkan bisa masuk tiga besar di pasar," ujar Lawrence kepada Kontan, Jumat (31/7).
Baca Juga: Kinerja Astra (ASII) Dibawah Ekspektasi, Begini Rekomendasi Sahamnya
Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas ekspansi Bybit karena memiliki pertumbuhan ekosistem Web3 yang pesat, populasi usia muda yang akrab dengan teknologi digital, serta jumlah pengguna aset kripto yang terus meningkat.
Ia mencatat, jumlah investor aset kripto di Indonesia kini telah mendekati 22 juta pengguna. Selain itu, regulasi yang kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai memberikan kepastian hukum sekaligus membuka ruang inovasi bagi pelaku industri.
"Indonesia punya regulasi yang jelas, jumlah penduduk besar, dan masyarakatnya sangat melek digital. Itu menjadi alasan utama kami serius masuk ke Indonesia," katanya.
Sebagai strategi pertumbuhan, Bybit Indonesia akan mengandalkan kombinasi teknologi global dengan pemahaman pasar lokal yang diperoleh dari Nobi Exchange.
Platform baru tersebut kini menghadirkan lebih dari 500 pasangan perdagangan (trading pairs), akses melalui aplikasi maupun web, serta fitur perdagangan yang lebih lengkap, seperti stop loss, take profit, dollar cost averaging (DCA), grid trading, hingga dukungan application programming interface (API) bagi pengguna yang lebih berpengalaman.
Meski demikian, Lawrence menegaskan Bybit tidak hanya menyasar trader profesional. Perusahaan juga ingin menarik investor pemula melalui fitur yang lebih sederhana serta materi edukasi yang disediakan melalui program Bybit Indonesia Learn.
"Bybit Indonesia hadir untuk semua pengguna, mulai dari yang baru mengenal kripto hingga trader yang sudah advance. Kami ingin semua bisa menggunakan platform ini sesuai kebutuhannya," ujarnya.
Selain memperkuat platform digital, perusahaan juga menggenjot literasi melalui program Bybit Indonesia Menyapa. Lewat program tersebut, perusahaan akan mengunjungi 12 kota hingga akhir tahun untuk bertemu langsung dengan komunitas dan perguruan tinggi.
Menurut Lawrence, tantangan terbesar industri kripto saat ini bukan lagi soal teknologi, melainkan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus melawan informasi yang keliru mengenai aset kripto.
"Kami ingin lebih membumi. Tidak hanya memperkenalkan Bybit, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan meningkatkan literasi terkait aset kripto," katanya.
Ke depan, Bybit Indonesia juga membuka peluang menghadirkan berbagai inovasi yang telah digunakan di pasar global, seperti AI-assisted trading hingga kartu debit berbasis aset kripto. Namun, seluruh inovasi tersebut akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Lawrence menambahkan, fokus perusahaan saat ini tetap pada penyediaan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi pengguna sebelum memperluas layanan lainnya.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna di Indonesia. Setelah fondasinya kuat, baru fitur-fitur global lainnya bisa kami bawa sesuai regulasi yang berlaku," tutupnya.
Baca Juga: Elnusa (ELSA) Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp100 Miliar, Cek Jadwalnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
